Kamis, 07 Mei 2015

Kantor Pajak Solo Eksekusi Pengusaha Pengemplang Pajak Rp 11 M

Muchus Budi R. - detikNews

Kantor Pajak Solo Eksekusi Pengusaha Pengemplang Pajak Rp 11 M (Foto: Muchus Budi R/detikcom)
Solo - Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jateng II di Solo mengeksekusi seorang pengusaha tekstil bernama Vinod Khumar Agarwal untuk selanjutnya diserahkan ke kejaksaan. Vinod disangka melakukan kejahatan pajak dengan kerugian negara ‎lebih dari Rp 11 miliar.

Vinod adalah pemilik usaha tekstil dengan payung upaya CV Lestari Jaya. Selain menjadi pengusaha, dia juga tercatat pernah menjadi caleg DPR RI dari Dapil Jateng IV, namun gagal terpilih.

Semula Vinod hendak dijemput paksa di rumahnya di Karanganyar. Ketika tim sudah berangkat, ada pemberitahuan dari pengacara tersangka bahwa Vinod akan datang ke kantor DJP Solo untuk menyerahkan diri.

Sebelumnya Kanwil DJP Jateng II di Solo telah menyerahkan barang bukti dan seorang tersangka lain atas nama Sasanti Dwi Utami yang menjabat sebagai Direktur CV Lestari Jaya kepada Kejari Sukoharjo pada 29 April lalu. Oleh Kejaksaan, Sasanti selanjutnya dititipkan di Rutan Surakarta.

"Rencana semula kami ‎akan menyerahkan Sasanti bersama Vinod selaku pemilik CV Lestari Jaya, namun saat itu Vinod dalam kondisi sedang dirawat di sebuah rumah sakit swasta di Solo. Hari ini Vinod datang menghadap dan selanjutnya kami serahkan langsung ke Kejaksaan," ujar Kepala Kanwil DJP Jateng II, Yoyok Satiotomo, Selasa (5/5/2015).

Keduanya disangka melanggar Pasal 39 ayat (1) huruf c juncto Pasal 43 UU No 6 Tahub1983 tentang ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana diubah dengan UU No 16 Tahun 2000 yaitu dengan sengaja menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) yang isinya tidak benar atau tidak lengkap selama tahun 2004 hingga 2007. Kerugian negara akibat perbuatan keduanya sebesar Rp 11.123.509.565.

Beberapa saat sebelum diberangkatkan ke Kejaksaan, kepada wartawan Vinod membantah ket‎erlibatannya dalam kasus tersebut. Dia mengatakan CV Lestari Jaya bukan miliknya tapi dirikan oleh Sasanti dan Dina yang saat ini dinyatakan buron. Vinod bahkan mengatakan dirinya adalah korban.

"Saya dimintai tolong oleh istri saya saat‎ itu yang skarang sudah saya cerai, untuk membantu perusahaan tersebut. Rekeningnya memang dipinjam dan memang untuk transfer uang, tapi saya tidak tahu-menahu," ujarnya.

Atas bantahan itu Yoyok Satiotomo mengatakan siapapun berhak membuat pembelaan. Namun penyelidikan maupun penyidikan ada bukti bahwa Vinod adalah pemilik sah CV Lestari Jaya yang berada di Sukoharjo tersebut. DJP sebenarnya telah melakukan langkah persuasi ‎agar Vinod membayar kerugian negara namun yang bersangkutan selalu menolak sehingga diputuskan untuk diteruskan kasusnya ke ranah hukum.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

kaos ukuran besar XXXXXL
Kantor Pajak Solo Eksekusi Pengusaha Pengemplang Pajak Rp 11 M
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email