Kamis, 07 Mei 2015

Pelaku Pidana Pajak Dihukum 1,5 Tahun

Solo, Antara Jateng - Majelis hakim Pengadilan Negeri Surakarta, Jawa Tengah, Kamis, memvonis satu tahun enam bulan terhadap terdakwa tindak pidana perpajakan, Ariyandi alias Andi (31) pemilik PT Indo Prima Farma di Laweyan Solo.

Ketua majelis hakim, Polin Tampubolon mengatakan, bahwa terdakwa Ariyandi alias Andi dinyatakan bersalah secara menyakinkan telah melakukan tindak pidana di bidang perpajakan.

         Menurut Polin Tampubolon, terdakwa dengan sengaja menyalah gunakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) atau pengukuhan kena pajak atas nama PT Indo Prima Farma, NPWP 01.752.342.4-526.000, sesuai dengan pasal 39 ayat (1) huruf b Undang Undang No.6/1983, tentang Ketentuan Umum serta Tata Cara Perpajakan, sebagai mana telah diubah dengan UU No.28/2007.

         Selain itu, majelis hakim juga memutuskan kepada terdakwa Ariyandi alias Andi dengan denda uang senilai Rp2,1 miliar.

         Namun, kata majelis hakim, jika terdakwa dikemudian hari tidak mampu membayar dendanya, maka dapat menggantinya dengan hukuman penjara selama enam bulan.

         Terdakwa yang didampingi oleh penasihat hukumnya, yakni Sigit Sudibyanto, menanggapi atas putusan hakim tersebut menyatakan menerima dan tidak menempuh banding. Hal ini, juga dilakukan oleh jaksa penuntut umum, Budi Sulistiyanto, mengatakan pikir-pikir atas putusan itu.

         Jaksa Penuntut Umum Budi Sulistiyanto, sebelumnya telah menuntut terdakwa penjara selama dua tahun enam bulan atau lebih berat satu tahun dbanding vonis hakim, dan denda Rp 2,1 milliar.

         Menurut JPU Budi Sulistiyanto, dalam dakwaannya yang memberatkan tindakan terdakwa dapat menimbulkan kerugian Negara, sedangkan yang meringankan dia berterus terang dan tidak mempersulit persidangan.

         Menurut penasihat hukum terdakwa, Sigit Sudibyanto, kliennya telah mengakui semua kesalahan yang dilakukan sehingga dia langsung menerima keputusan majelis hakim.

         Sigit Sudibyanto mengatakan, pihak Kantor Pajak Surakarta seharusnya juga melakukan penyelidikan terhadap PT Sadana dan PT Libera Farma untuk ikut disidangkan.

         Namun, dua perusahaan tersebut hingga sekarang  belum ada perkembangan apakah dilakukan penyelidikan atau tidak.

         "Klien saya saja yang diproses hukum. Padahal, banyak perusahaan melakukan yang sama, tetapi mereka tidak diproses," katanya usai sidang.



Editor: Immanuel Citra Senjaya
Kamis, 09 Apr 2015 21:28:53  WIB

kaos ukuran besar XXXXXL
Pelaku Pidana Pajak Dihukum 1,5 Tahun
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email