Sabtu, 29 Agustus 2015

Sudah Siap Sejak 2012, Kenapa Lapan A2 Batal Diluncurkan?

 Hasil gambar untuk satelit lapan a2
Detik.com Jakarta - Satelit pertama buatan Indonesia Lapan A2/Orari rencananya akan diluncurkan pada September mendatang. Dulu, satelit ini dijadwalkan akan diluncurkan pada 2012 namun batal. Apa alasannya?

"Satelit kami sudah siap sejak pertama kali kami buat tahun 2009 dan siap diluncurkan pada 2012 namun batal karena pengunduran dari India," kata Kepala Pustek Lapan Rancabungur, Suhermanto pada detikcom di kantor LAPAN Rancabungur, Bogor, Kamis (27/8/2015).

Untuk sampai ke antariksa, satelit ini memang akan menumpangi roket milik India dan diluncurkan di Pusat Antariksa Satish Dhawan, Sriharikota, India. Di roket tersebut ada juga satelit penelitian astronomi milik Organisasi Riset Antariksa India (ISRO), Astrosat.

Suherman menjelaskan, di tahun 2009 pihak LAPAN menandatangi kontrak peluncuran 2 satelit secara bersamaan yang dikenal dengan Twinsat (Lapan A2 dan Lapan A3) bersama satelit milik ISRO untuk diluncurkan pada tahun 2011. LAPAN pun merancang satelit A2 yang akan diluncurkan tersebut.

Namun, di tahun 2011 peluncuran diundur pada tahun 2012. Saat itu Indonesia mengevaluasi pengorbitan Twinsat dengan berbagai pertimbangan hingga akhirnya diputuskan untuk meluncurkan kedua satelit di waktu yang berbeda. Lapan A2 tetap akan diluncurkan di tahun 2012 sedangkan A3 berselang setahun.

Tahun 2012, pembangunan Lapan A2/Orari telah rampung dan dinyatakan siap untuk diluncurkan. Namun, di tahun yang sama pihak India membatalkan peluncuran roket yang akan ditumpangi Lapan A2.

Alasannya karena satelit utama milik India yang akan menumpangi roket yang sama dengan Lapan A2 belum rampung. Lapan A2 yang menjadi secondary satelit yang menempel pada roket akhirnya harus ikut tertunda diluncurkan.

"Jadi satelit milik kita sudah siap sejak tahun 2012. Tapi penundaan ada dari pihak India dan kita menghormati itu. Akhirnya ditunda sampai 2014," terangnya.

Apakah tak bisa berpindah ke roket yang lain?

"Dalam perjanjian disebutkan jika penundaan dilakukan lebih dari 2 tahun, maka kita diperbolehkan menarik diri. Namun, mencari penggantinya tidak mudah karena jika dipindahkan, belum tentu roket lain sama strukturnya dengan satelit kita," terangnya.

Lapan A2/Orari ini rencananya akan beredar di orbit ekuatorial atau di sekitar garis katulistiwa. Orbit ini berbeda dengan pelopornya Lapan A1/Tubsat mengelilingi dunia dengan orbit polar atau mengitari kutub utara dan kutub selatan. Di orbit tersebut, ia mengatakan tak semua roket bisa melaluinya.

Selain soal orbitnya, masalah terbesar jika dipindahkan yakni adaptasi yang harus dilakukan satelit kita pada roket baru yang akan ditumpangi. Mulai dari struktur satelit, eletronik, frekuensi dan itu disebutnya membutuhkan waktu yang lama.

"Makanya kita tetap bertahan dengan konsekuensi waktu peluncuran dimundurkan. Tapi semoga tidak ada perubahan sehingga bisa dikirimkan pada 4 September nanti," lanjutnya.

Selama masa penundaan itu, tim ahli terus memantau dan merawat A2 dan seluruh komponen-komponen pendukungnya. Pada Maret 2014, pihak ISRO India mengirimkan surat pada LAPAN bahwa peluncuran akan dilakukan pada 2015. Sejak saat itu, tim ahli kembali menguji seluruh komponen satelit untuk memastikan seluruh komponen masih berfungsi.

Puncak kesibukan tim ahli terjadi sekitar 18 Agustus lalu yakni saat pihak India datang ke Indonesia dan membawa adaptor roket yang akan menjadi dudukan satelit nanti. Tim ahli satelit dan tim dari India sama-sama menguji dan memastikan dudukan satelit itu pas dengan seluruh frekuensi dan getaran yang ditimbulkan.

"18 Agustus baru diberikan adaptor dan ada 30 hari untuk fitting test ini," sambungnya.

Besar harapan Hermanto agar tak ada penundaan dalam peluncuran kali ini. Adanya kepastian peluncuran dalam hitungan minggu membuatnya yakin peluncuran tidak akan diundur. Selain itu izin satelit tersebut hanya 7 tahun dan akan selesai per 30 Oktober mendatang.

"Makanya kami mengupayakan untuk meluncur September ini. Kalau tidak berarti kami harus memperpanjang izin dan itu butuh waktu lama lagi. Semoga semuanya tepat waktu sekarang," pungkasnya.
(mnb/try)

kaos ukuran besar XXXXXL
Sudah Siap Sejak 2012, Kenapa Lapan A2 Batal Diluncurkan?
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email