Sabtu, 31 Oktober 2015

Rahasia Langsing Ternyata Terletak Pada Apa yang Dilihat



Mereka yang menyediakan makanan sehat di dapurnya ternyata memiliki berat badan lebih ringan dan lebih langsing.

REPUBLIKA.CO.ID, Makanan yang ada di dapur bisa menjadi petunjuk soal berat badan seseorang dan konsumsi buah-buahan bisa menjadi salah satu kunci agar tubuh tetap langsing, menurut hasil studi dalam jurnal Health Education and Behavior.

Dalam studi itu, para peneliti dari Universitas Cornell memotret dapur dari 200 buah rumah warga Amerika. Mereka lalu mengukur berat badan perempuan yang tinggal di masing-masing rumah itu.

Peneliti menemukan, perempuan yang menyediakan sereal di dapurnya lalu memakannya saat sarapan memiliki berat badan 9 kg lebih berat dibandingkan mereka yang tidak menyediakan sereal. Lalu, perempuan yang di dapurnya terdapat minuman-minuman ringan memiliki berat badan 10-11,8 kg lebih berat dibandingkan mereka yang tak memiliki minuman ringan di rumahnya.

"Pada dasarnya, Anda makan apa yang dilihat. Temuan pada pecinta sereal, mengejutkan saya. Sereal memang menyehatkan, namun kalau Anda mengonsumsinya segenggam setiap waktu, tak akan membuatlangsing," ujar ketua studi, Brian Wansink, professor dan director of Cornell's Food and Brand Lab.

Sementara itu, perempuan yang menyediakan buah-buahan di dapurnya, memiliki berat badan 5,9 kg lebih ringan dibandingkan mereka yang tidak menyediakan buah sama sekali. Peneliti mengatakan, sekalipun studi ini menemukan hubungan antara apa yang terdapat di dapur dan berat badan seseorang, namun studi tidak membuktikan sebuah hubungan sebab akibat.

"Jika orang-orang langsing menyediakan buah-buahan di dapurnya, tak akan menyakitkan bila kita melakukan hal serupa," kata Wansink seperti dilansir WebMD.

Jumat, 30 Oktober 2015

Bomber Leopard Runtuhkan Stigma Terorisme Islam



LWK (27) tersangka pelaku pengeboman Mal Alam Sutera diapit petugas di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (29/10). (Repubika/ Wihdan) 

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Munculnya sosok Leopard Wisnu Kumala (29) dalam kasus bom Mal Alam Sutera seperti titik balik yang bisa meruntuhkan stigmatisasi terhadap Islam selama ini dalam isu terorisme.
“Leopard seorang dari etnis Cina, beragama Katolik, pandai meracik bom dengan bahan peledak high explossive jenis Triaceton Triperoxide (TATP) kali pertama di Indonesia terjadi,” tegas Direktur Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) Harits Abu Ulya, Jumat (30/10).

Harits merinci, Leopard melakukan empat kali pengeboman di Alam Sutera meski tidak semua meledak. Maka, ujarnya, teror menjadi cara untuk meraih kepentingan oportunisnya.
“Jika konsisten dengan nafsu untuk menarik kasus ini ke isu terorisme maka apa sulitnya untuk menyebut Leopard teroris? Saya pikir, istilah teroris lonewolf (serigala sendirian) adalah tepat,” terang Harits.
Ia pun berasumsi, sosok Leopard yang menganut Katolik membuat aparatur pemerintah dan pemilik media memilih diksi judul pada setiap berita steril dari diksi terorisme.
“Publik juga sudah cerdas. Inilah terorisme di Indonesia, sebuah bangunan terminologi yang memiliki dimensi sarat tendensi, stigma, kepentingan politis, dan ideologis di baliknya,” urai Harits.

'Teori Terorisme BNPT Tersandung di Mal Alam Sutera'


 Tim dari BNPT berhasil mengamankan teroris dalam simulasi antiteror Chemical Biological, Radiological and Nuclear (CBRN) di fasilitas BATAN, Banten, Selasa (23/4).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kasus pengeboman Mall Ala Sutera seakan merevisi segala teori tentang terorisme yang pakem serta identik dengan penyalahgunaan nama umat Islam.
“Media akhirnya seperti gagap untuk menata ulang opini, bahkan sebagian pengamat yang sebagian besar memegang pakem metode framework analisis kultural juga kelu lidahnya. Bisa jadi, BNPT juga mules perutnya karena teori terorisme yang diusung selama ini tersandung di Alam Sutera,” tegas Direktur Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) Harits Abu Ulya, Jumat (30/10).

Dalam isu terorisme, ia menilai bahwa rakyat Indonesia selama ini dalam sudut pandang yang tendensius dan stigmatis. Begitu mendengar teroris maka tergambar sosok pelakunya seorang Muslim, berjenggot, jidat hitam, celana cingkrang, keluarganya bercadar, memandang Barat (AS) sebagai musuh.

Walhasil, UU Nomor 15 Tahun 2003 Tentang Terorisme pun diterapkan untuk menjerat hal-hal dengan identifikasi tadi.
“Jadi, terorisme akan selalu dimaknai sebagai produk radikalisme dalam agama Islam.Terorisme di Indonesia itu identik dengan Islam, ini secara simpel dikonstruksi oleh pihak pemerintah melalui aparaturnya dan diaminkan sebagian besar media,” cecar Harits.
Maka, ia pun kembali mengajak publik mencermati kembali definisi terorisme yang lekat dengan radikalisme Islam setelah kasus Leopard dan Mall Alam Sutera.
“Rakyat sekarang tahu, orang Kristen atau non-Muslim di Indonesia juga sama potensialnya bisa hadir di tengah masyarakat menjadi sosok-sosok teroris yang sangat berbahaya sekalipun terkesan ramah,” jelas Harits.

Sabtu, 17 Oktober 2015

Wahai Suami, Belajarlah Memuji Istrimu


Sahabat Ummi, banyak suami yang tidak tahu jurus jitu menaklukkan hati istri. Padahal simple saja, kelemahan wanita ada pada telinganya, kalau mau memikat hatinya... Manjakan telinganya dengan kata-kata yang disukainya, salah satunya adalah yang berupa pujian!
Kadang kala suami sangat enggan memuji istri sendiri, entah karena standar suami yang terlalu tinggi, kurang pemahaman agama, atau alasan apapun, hal ini membuat istri 'kering' penghargaan.
Padahal istri bisa memberikan segalanya pada suami jika suami berhasil menaklukan hatinya. Nah, berikut ini beberapa tips jitu untuk para suami belajar memuji istri:

1. Pujilah kebaikan kecil yang istri lakukan! 

Bangun tidur sudah tersedia makanan? Jangan berpikir bahwa itu adalah kewajiban istri! Anda tidak tahukan betapa banyak istri lainnya yang tidak menyiapkan makanan untuk keluarga karena saking sibuknya. Maka berterimakasih dan pujilah jika istri menyediakan sarapan pagi untuk Anda dan anak-anak di rumah.
Atau, ketika istri menyambut Anda pulang sudah dengan tampilan harum, anak-anak sudah dimandikan, jangan segan-segan memujinya sebagai istri shalihah atau istri dambaan suami, kalau Anda terlalu pelit dan perhitungan serta menganggap sepele kebaikan-kebaikan kecil yang istri lakukan. Percayalah bahwa Anda takkan pernah mendapatkan kebaikan yang lebih dahsyat dari istri.
 
Baca juga: Wahai Para Suami, Jangan Katakan Hal Ini Pada Istrimu!
 
2. Pentingnya keikhlasan dalam memuji

Entah mengapa, wanita peka terhadap hal tulus dan tidak tulus, apalagi jika suami sendiri yang menyampaikannya. Pujian yang tulus akan sampai ke hati istri, sebaliknya... Pujian yang tidak tulus malah akan membuatnya curiga Anda punya niat aneh terhadapnya!
Maka, pujian apapun yang Anda lontarkan untuk istri, pastikan hal itu keluar dari hati yang tulus!

3. Sekali-kali membandingkan orang lain untuk memujinya juga boleh-boleh saja

"Duh, Yang... Kamu itu gesit banget, alhamdulillah bangga banget Mas punya istri kamu, adem rasanya hati ini. Ada temen kantor Mas istrinya nggak bisa ngapa-ngapain selain habisin uang buat ke salon loh!"
Agar istri tahu betapa Anda bersyukur memilikinya, bisa juga membuat perbandingan dengan istri orang lain yang Anda kenal karakternya kurang baik. Tentu tanpa menyebutkan nama. Sehingga istri bisa lebih terpacu agar tidak melakukan keburukan yang sama dengan istri orang lain yang Anda ceritakan tersebut.

4. Puji kecantikannya

Walaupun istri tak cantik-cantik amat, tapi kalau Anda memujinya ia akan bersemangat mempercantik diri dan penampilannya. Lebih-lebih kalau sekalian diberi modal berupa pakaian rumah yang cantik, peralatan merawat wajah dan tubuh, dll.
Sahabat Ummi, moga tips ini tak hanya dibaca tapi juga dipraktekkan. In syaa Allah Anda bisa melihat hasilnya dengan mata kepala sendiri. 
 
Foto ilustrasi: google

Jumat, 16 Oktober 2015

Demonstran Anti-Islam Terkejut dengan Keramahan Muslim


Cynthia Eugenia Cox DeBoutinkhar

 REPUBLIKA.CO.ID, COLUMBUS -- Seorang demonstran anti-Islam terkejut dengan keramahan muslim saat berunjuk rasa di depan sebuah masjid di Columbus, Ohio, Amerika Serikat. Seorang jamaah masjid yang berada di Pusat Kebudayaan Islam Noor Columbus itu Cynthia Eugenia Cox DeBoutinkhar justru menyambut demonstran dan mengajak untuk melihat isi masjid.

Demonstran itu diketahui bernama Annie asal Lancaster. Annie bersama demonstran lain berencana melakukan serangkaian unjuk rasa di sejumlah masjid di Amerika Serikat. Akan tetapi, saat unjuk rasa berlangsung hanya Annie yang hadir. Jamaah masjid tidak mengusir Annie namun justru mengundangnya untuk masuk ke masjid, menawarkan makanan dan minuman, serta mengenalkan Islam.

"Sesuatu terasa datang ke saya dan saya menuju dirinya (Annie) dan bertanya apakah saya bisa memberikan pelukan," ujar Cynthia seperti dikutip Mirror, Kamis (15/10).

Cynthia mengaku, tubuh Annie sempat tegang dan ia pun mengajaknya masuk ke dalam masjid. Ia berjanji kepada Annie akan menjaganya.

Cynthia mengatakan, Annie terkejut dan menyesal telah membawa papan berisikan protes pada keberadaan muslim. Setelah peristiwa itu, kata Cynthia, Annie meninggalkan papan itu dan membawa pulang sebuah Alquran dengan terjemahan bahasa Inggris.

Bersabar dalam Kesempitan Ekonomi


KESEMPITAN ekonomi atau kemiskinan, kadang membuat orang mengambil jalan pintas agar kebutuhan ekonomi menjadi tercukupi, bahkan bisa lebih. Kemiskinan terkadang membuat orang lupa dan melalaikan kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta’ala serta norma keagamaan, dari cara sederhana seperti mencuri, mengambil harta orang lain yang tiada hak atasnya, sampai korupsi. Cara ini menjadi bagian dalam kehidupan mereka yang tidak mengimani Allah dan Rasul-Nya secara total.

Ekspresi keagamaan kadang hanya dipahami sebagai melaksanakan perintah lima rukun Islam. Sementara itu, dalam hal kehidupan bersifat duniawi, sering dipisahkan dari pesan keagamaan. Yang terjadi, seseorang yang shalatnya rajin, telah pergi haji dan umrah di tanah suci, dermawan, tetapi pada sisi lain cara mencari rezekinya tidak mengindahkan kaidah halal dan baik. Tentu, ini bukanlah kehidupan beragama yang kaffah (sempurna). Kehidupan beragama mereka masih cacat.

Rukun Islam pada hakikatnya cermin bagi kehidupan keberagamaan yang lain sehingga semuanya serba berimbang, penuh dengan dedikasi dalam jalan Allah dan Rasul-Nya.
Terkait dengan kemiskinan ini, Rasulullah Shalallaahu ‘Alahi Wasallam memberi tuntunan bahwa sikap paling baik dan terpuji bagi orang yang berada dalam kesulitan ekonomi adalah dengan bersabar. Sabar dalam hal ini adalah menjauhi semua perbuatan yang tidak terpuji.

Alih-alih mencuri dan korupsi, bahkan yang dimaksud Rasulullah adalah seorang miskin yang menyembunyikan kemiskinannya, yaitu tidak berkeluh kesah kepada makhluk dan menjauhi perilaku meminta-minta (menjadi pengemis).

Rasulullah bersabda, “Orang yang miskin itu bukanlah orang yang berjalan ke sana sini meminta-minta kepada manusia, kemudian diberikan dengan sesuap dua suap makanan dan sebiji dua biji buah kurma.”

Para sahabat bertanya, “Kalau begitu, siapakah orang miskin yang sebenarnya, wahai Rasulullah?”
Rasulullah bersabda, “Orang yang tidak mendapati kesenangan yang mencukupi buatnya, tetapi orang banyak tidak tahu karena kesabaran dia menyembunyikan keadaannya, dan tidak meminta-minta kepada orang lain. Dia seharusnya diberikan sedekah tanpa dia meminta dari orang lain.” (Muttafaq ‘Alaih, dari Abu Hurairah).

Sejalan dengan ajaran Rasulullah tersebut, Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani, memberikan tuntunan sebagai berikut:

Orang yang dalam keadaan tidak punya, tetapi selalu bersabar maka kedudukannya di sisi Allah lebih utama dibandingkan dengan orang kaya yang bersyukur. Sedangkan, orang yang fakir, tetapi tetap selalu bersyukur, ia lebih utama dari keduanya (yakni orang fakir yang bersabar dan orang kaya yang bersyukur). Dan, seseorang yang fakir, tetapi ia tetap selalu bersabar dan bersyukur maka di sisi Allah, ia lebih utama dari segalanya (dunia seisinya).
*/Muhammad Sholikhin, dari bukunya The Power of Sabar.
Rep: Admin Hidcom
Editor: Syaiful Irwan

Kamis, 15 Oktober 2015

Membakar Mushaf Rusak, Bolehkah?





REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Salah satu fenomena yang kerap muncul sehari-hari ialah keberadaan mushaf Alquran yang rusak. Lembaran-lembaran itu sebagiannya bahkan ada yang berserakan dan berada di tempat yang kurang laik.
Kondisi ini sangat berseberangan dengan anjuran untuk meletakkan Alquran di tempat yang terhormat. Lantas, apa solusinya agar lembaranlembaran rusak yang tercecer itu tidak terinjak? Bolehkah membakar mushaf-mushaf tersebut?

Ketentuan awal yang mesti dipahami dalam masalah ini ialah pengertian mushaf itu sendiri. Apa batasan dan kriteria lembaran-lembaran atau tulisan-tulisan bertuliskan ayat Alquran itu dapat dikate gori kan sebagai mushaf Alquran?

Para ulama mazhab empat; Hanafi, Maliki, Syafi’i ,dan Hanbali mengatakan bahwa definisi mushaf yang dimaksud me liputi segala bagian yang terdapat tu li san ayat Alquran pada cetakan ter sebut. Karena itu, tidak diperkenankan memegang mushaf kecuali dalam kondisi suci.

Dalam kitab al-Hidayah Syarah al-Bidayah, misalnya, disebutkan bahwa orang yang berhadas tidak diperkenankan memegang mushaf, kecuali dengan lapisan sampul atau lapisan lainnya. Pendapat yang sama dinukil dari kitab al-Bahr ar-Raiq. Ditegaskan larangan memegang mus haf tanpa bersuci, baik mushaf yang telah terbukukan maupun yang tercecer.

Penegasan yang sama terdapat pula di kitab Hasyiyat Dasuqi ala Syarh al-Kabir. Selama terdapat tu lis an ayat Alquran, baik yang tercetak dalam satu kumpulan mushaf mau pun tidak, maka bisa dikategorikan sebagai mushaf.

Menyikapi mushaf yang rusak dan berserekan tersebut guna menghindari tindakan yang bisa mengurangi kehormatan dan kesucian mushaf, se perti terinjak, terkena kotoran, dan tercampur dengan barang-barang lain nya, maka ada dua solusi cara yang bisa dilakukan. Yaitu, pertama, dengan cara ditanam dalam tanah dan opsi kedua ialah dibakar.

Opsi yang pertama, dipopulerkan oleh Mazhab Hanafi dan Hanbali. Mushaf yang rusak dan sudah tak lagi terpakai bisa ditanam dalam tanah. Al-Hashkafi, salah seorang imam bermazhab Hanafi dalam kitab ad- Durr al-Mukhtar menjelaskan layak nya seorang Muslim, ketika tak lagi bernyawa maka ia akan dikubur di tanah. Perlakuan yang sama juga berlaku untuk mushaf Alquran.

Bila sudah rusak dan sulit terbaca maka hendaknya dibenamkan di tanah. Lokasi penguburan mushaf tersebut bukan berada di jalan yang sering dilalui orang. Imam Ahmad, seperti yang dinukil al-Bahwati dalam kitab Kasyf al-Qanna’, pernah berkisah, ketika itu Abu al-Jauza’ memiliki mus haf yang telah usang dan tak laik.
Abu al-Jauza’ akhirnya mengubur mushaf tersebut di salah satu sudut masjid. Pandangan yang sama diutarakan juga oleh Syekh Ibnu Taimiyyah. Penguburan mushaf rusak adalah bentuk penghormatan. Sebagaimana manusia sewaktu meninggal dimakamkan di lokasi yang aman.

Sedangkan, alternatif cara yang kedua ialah dibakar. Opsi pembakar an mushaf Alquran yang rusak ini banyak diadopsi di kalangan Mazhab Maliki dan Syafi’i. Dasar pendapat mereka merujuk keputusan Khalifah Usman bin Affan yang membakar mus haf. Ketika itu, seperti yang dinu kil dari Bukhari dalam kitab hadis sahihnya, Usman meminta Hafshah menyerahkan mushaf yang ia simpan.

Khalifah ketiga itu pun lantas menginstruksikan kepada Zaid bin Tsabit, Abdullah bin Zubair, Sa’id bin al-‘Ash, dan Abudurrahman bin al- Harits bin Hisyam untuk mengopi mushaf itu. Setelah proses kodifikasi selesai, Usman memerintahkan mushaf-mushaf yang berada di tangan sejumlah sahabat untuk dibakar.

Hal ini ditempuh guna mencari titik mufakat dan penyeragaman mushaf. Mush’ab bin Sa’ad, sebagaimana dinukil dari kitab al-Mashahif, menjelaskan, publik kala itu tidak setuju dengan opsi pembakaran dan mendukung gagasan Usman.

Peristiwa tersebut oleh Suyuthi dalam kitabnya al-Itqan fi Ulumul Qur’an dijadikan sebagai dasar diperbolehkannya membakar mushaf yang rusak. Ia berpandangan, bila lembar an-lembaran itu rusak maka tidak bo leh hanya diselamatkan dengan meletakkan di tempat tertentu.

Hal ini dikhawatirkan jatuh dan akan terinjak. Opsi menyobek juga kurang te pat. Pasalnya, sobekan masih menyi sakan beberapa huruf atau kalimat. Ini bisa lebih fatal akibatnya. Diba kar? Solusi ini jauh lebih baik, menurutnya. Tindakan sama yang di la kukan oleh Usman.

Komite Fatwa Kerajaan Arab Saudi (Fatawa al-Lajnah ad-Daimah) dalam kompilasi fatwanya menyebutkan, mushaf yang tak lagi terpakai, kitab, dan kertas-kertas di ma na tertulis ayat-ayat Alquran ma ka hendaknya dikubur di tempat yang laik, jauh dari lalu lintas manusia atau lokasi yang menjijikkan. Opsi lain yang bisa ditempuh ialah dibakar. Hal ini sebagai bentuk penghormatan dan menghindari perendahan Alquran. (Sumber: Pusat Data Republika/Nashih Nasrullah)

Selasa, 13 Oktober 2015

[REVIEW] 'Film 3' Anggy Umbara, Dakwah & Revolusi Perfilman Indonesia


Sedikit cerita dari film 3; Alif Lam Mim, yang saya tonton..

Film “3; Alif Lam Mim”, bisa saya sebut film idealis, kritis, dan skeptis. Semoga tak berlebihan jika sang sutradara, Anggy Umbara, saya anggap sebagai anti tesis Hanung Bramantyo. Bisa juga saya simpulkan, film 3 ini adalah cara Anggy Umbara mengekspresikan idealismenya untuk merombak pandangan mainstream pada isu besar di awal abad 21.

Sebelumnya saya pernah membayangkan sebuah film, bahkan ide ceritanya pun pernah coba saya tuliskan, tentang terbongkarnya operasi rahasia aparat negara yang ternyata bermain dibalik aksi terorisme demi sebuah kepentingan politik sekelompok oknum. Cerita yang masih khayalan ini ternyata saya temukan di film 3. Meski tujuan cerita sama, film khayalan saya ini memiliki alur cerita dan gaya yang berbeda. Cerita saya lebih meniru film Jason Bourne dengan 3 sekuelnya; Identity, Supremacy, dan Ultimate (yang Legacy agak kecewa). Tapi, apa yang saya khayalkan itu memang masih sebatas khayalan, belum mungkin menjadi film, hehe.

Beda pengkhayal, beda pekerja sutradara beneran. Anggy Umbara yang juga menjadi penulis cerita, bisa mewujudkan impian melahirkan film laga futuristik dengan gaya dystopian, dan perspektif cerita anti mainstream. Selama ini ide-ide cerita perfilman banyak dikuasai kalangan yang “merasa terzalimi”, atau kalangan pembela “kebebasan” yang ragu akan kebenaran absolut. Di Film ini, justru Anggy Umbara mengkritik pandangan pembela minoritas itu dengan gayanya.

Berlatar tahun 2036, Indonesia berada pada masa pasca revolusi. Ide liberalisme berhasil menguasai negara setelah berpuluh-puluh tahun lamanya terjadi konflik berdarah antara kelompok radikal dengan liberal. Islam yang awalnya mayoritas, di tahun tersebut menjadi minoritas. Banyak ulama dibunuh oleh aparat tanpa melalui persidangan dengan tuduhan terorisme. Dengan lugas, lafal-lafal dialog para tokoh mengucapkan banyaknya masjid-masjid yang dijadikan gudang, bahkan terlihat menjalankan sholat saja sudah dianggap ekstremis. Pakaian jubah ala arab dilarang ditempat-tempat umum. Masyarakat yang tetap ingin menjalankan Islam dengan taat terkumpul dalam satu distrik yang dinamankan distrik 9 dan memiliki sebuah pesantren yang bernama Al Ikhlas.

Ada penggalan ucapan menarik dari tokoh yang bernama Lam, “Pembela minoritas dulu menjual slogan kebebasan, begitu menjadi mayoritas menginjak yang sekarang minoritas.” Juga dimunculkan ucapan sinis dari salah satu tokoh berpenampilan ‘radikal’, “Katanya negara liberal, bebas, tapi kita memakai baju begini saja dilarang.” Dan berbagai dialog lainnya yang kental dengan nuansa kritis dan skeptis.

Tiga tokoh utama di film ini bernama Alif, Lam dan Mim. Bertiganya adalah sahabat yang saat kecil pernah terdidik di pesantren. Alif memilih bergabung ke detasemen khusus karena dendam terhadap kelompok radikal yang telah membunuh orang tuanya. Lam berkarir menjadi jurnalis. Kemudian Mim memilih mengabdi di pesantren karena cita-citanya ingin mati khusnul khatimah. Pesantrennya Mim inilah yang bernama Al Ikhlas. Pesantren yang dijadikan operasi terkahir detasemen khusus untuk melenyapkan Islam di Indonesia.

Meski Alif menjadi alat negara yang ditugaskan untuk memberangus kelompok radikal hati nuraninya mulai terbuka ketika ia menemukan kejanggalan. Begitu juga Lam, yang sulit diberi tugas menulis ketika tak sesuai hati nuraninya. Pimpinan Lam sampai mengatakan kepada Lam, kalau dia ketahuan publik masih sholat maka tulisannya sulit dinilai obyektif. Sang sutradara juga tak meninggalkan bagian-bagian adegan romantik yang menambah kayanya jalan cerita.

Hati nurani Alif dan Lam yang membuka mata mereka bahwa aksi-aksi pengeboman para teroris yang dituduhkan ke pesantrennya Mim perlu diungkap kebenarannya. Berkat mereka bertiga yang ahli bela diri, terungkaplah misi busuk dibalik detasemen khusus. Bagaimana proses terungkapnya, dan apa misi busuk dari kesatuan itu, silakan tonton saja film ini. Gak seru kalau saya ceritakan.

Film ini memang penuh dengan aksi bela diri dengan banyak memainkan slow motion effect. Aksi-aksi yang dibubuhi musik aliran Nu Metal dari Purgatory menambah karakter dramatisnya yang maskulin. Hanya saja, jika membandingkan film ini dengan kelas Holywood akan mengecewakan. Apalagi membandingkan dengan The Matrix, jauh! Soal visual teknik bela diri masih unggul The Raid. Begitu juga gaya dystopian yang masih jauh kualitasnya bila membandingkannya dengan sekuel The Hunger Games, Divergen, atau Mad Max Fury Road. Jadi, maklumkan saja.

Saya juga maklumkan jika film-film Indonesia seperti ini penonton sedikit. Ketika menonton film ini semalam, dari 204 kursi hanya terisi 15 saja. Selain kurang publisitas, film ini nampak belum dihargai. Bisa jadi akibat faktor alur cerita yang tak memikat dan sinematografi futuristik yang belum memuaskan, juga penonton film Indonesia yang (mungkin) masih mental inlander, hehe. Yang penting, film-film seperti ini harus di hargai dengan tidak menonton gratisan. Cukup produksi holywood saja yang nunggu keluar downloadan gratis.

Terakhir, ada sebuah ucapan menarik dari tokoh inti antagonis yang muncul di akhir cerita. Ia adalah otak dari semua rencana makar. Sebatas ingatan saya, semoga tidak salah, ia berucap bahwa untuk mencapai sebuah titik keseimbangan dalam mewujudkan perdamaian, perlu diciptakan sebuah musuh agar lahir pahlawan sehingga masyarakat akan berlindung dan percaya kepada sang pahlawan. Penguasa dan alatnya yakni detasemen khusus, yang dijadikan pahlawan. Agama dijadikan musuh karena hanya mengganggu titik keseimbangan itu. Maka, agama harus dilenyapkan.

Sekali lagi, ini film keren sekali. Berharap menjadi revolusi perfilman Indonesia.

Salam,
@RidwanHd

NB: Review lainnya (“Dakwah Anggy Umbara Melalui Film Alif Lam Mim”)
 dicopas dari PKS Piyungan

Jumat, 09 Oktober 2015

Hal yang Perlu Dilakukan Istri pada Suami Setiap Hari



Sahabat Ummi, istri itu milik suaminya, penting bagi setiap istri untuk mengetahui hal-hal apa sajakah yang perlu dilakukan setiap harinya terhadap sang suami. 

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yg bermaksud: “Empat perempuan yang berada di Neraka ialah: Perempuan yang kotor mulutnya terhadap suaminya. Jika suaminya tidak ada di rumah ia tidak menjaga dirinya & jika suaminya bersamanya ia memakinya (memarahinya). Perempuan yang memaksa suaminya untuj memberi apa yang suami tidak mampu. Perempuan yang tidak menjaga auratnya dari kaum laki-laki & memperlihatkan kecantikannya (untuk menarik kaum laki laki). Perempuan yang tidak mempunyai tujuan hidup kecuali makan minum & tidur, & ia tidak mau berbakti kepada Allah & tidak mau berbakti kepada RasulNya dan tidak mau berbakti kepada suaminya.”  

Lalu apa yang harus dilakukan istri setiap hari untuk suaminya? Yuk kita cek bersama: 

1. Meminta izin suami jika bepergian ke luar rumah 

Sahabat Ummi masih suka diantar jemput suami? Entah ke pasar, swalayan, atau  tempat kerja? Hmm... Bagus sekali kalau iya! Jangan lupa cium tangan suami saat meminta izinnya, biar lebih mesra.
Meminta izin setiap kali ke luar rumah mencerminkan seorang istri yang mengerti adab rumah tangga.
Ibnu Muflih al hambali berkata:
“Diharamkan bagi seorang wanita keluar rumah suaminya tanpa seizinnya, kecuali karena darurat atau kewajiban syari’at”. (Adab Syar’iyyah: 3/375) 

2. Menyenangkan suami setiap ia memandang kita 

Laki-laki lemah di penglihatannya. Maksudnya, para suami mudah terpikat hal-hal yang cantik dan indah.
Kalau suami senang melihat kita pakai daster, yaa pakailah daster. Kalau suami tidak suka, silakan pakai yang disukai suami!
Belajar make up sederhana untuk suami di rumah juga penting. Kita tahu bahwa saat ini banyak perempuan di layar kaca yang berhias demikian moleknya, jangan mau kalah cantik untuk suami. 

3. Membantu suami merapikan penampilannya 

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkata kpd Siti Fatimah: “Ya Fatimah, apabila seorang wanita meminyakkan rambut suaminya & janggutnya, memotong kumis & menggunting kukunya maka Allah akan memberinya minum dari air Surga yg mengalir di sungai sungainya & diringankan Allah baginya sakaratul maul & akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman yg indah & taman taman Surga.

4. Mensyukuri apa yang suami lakukan untuk istri 

Setiap suami pulang bekerja, sambutlah dengan wajah ceria sebagai ungkapan berterimakasih padanya.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yg bermaksud: “Jika seorang isteri berkata kepada suaminya: Tidak pernah aku melihat kebaikanmu sama sekali, maka hancur leburlah pahala amal kebaikannya.” 

5. Sigap memenuhi kebutuhan biologis suami

Tidak ada alasan bagi seorang istri menolak ketika suami menginginkannya di tempat tidur. Meski demikian, suami pun harus melihat kondisi istrinya apakah sedang sakit atau sehat.
Sahabat Ummi, ridho Allah ada pada ridho suami, maka lakukanlah hal-hal yang menjadi kewajiban istri pada suami. 

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yg bermaksud: “Pertama urusan yg ditanyakan kpd isteri pd hari Kiamat nanti ialah mengenai sholatnya & mengenai urusan suaminya (apakah ia menjalankan kewajibannya terhadap suaminya atau tidak).“
Dari berbagai sumber
Foto: google

Kamis, 08 Oktober 2015

Makan Bayam, Tak Selamanya Menguntungkan

Makan Bayam, Tak Selamanya Menguntungkan

 Hasil gambar untuk gambar bayam
Yuga Pramitra
dakwatuna.com Selain beta-karoten, sebetulnya bayam pun memiliki lutein dan zeaxantin. Untuk urusan merawat kesehatan mata, ketiga unsur tersebut bisa diandalkan. Beruntung ketiganya memiliki sifat yang tak jauh beda : bisa kompak dengan lemak atau minyak, dan lebih bagus diserap tubuh setelah dimasak.

Hasil sebuah penelitian, sebagaimana dicatat Made Astawan, guru besar di Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Institut Pertanian Bogor, dan Andreas Leomitro Kasih, mendapatkan, penambahan lemak sebanyak 10% ke dalam makanan sumber beta-karoten serta proses pemasakan, dapat mengubah struktur trans menjadi cis, yang akan lebih memudahkan tubuh menyerap beta-karoten. Sedangkan dari penelitian lain diketahui, proses pemasakan pada suhu rendah hingga sedang sangat diperlukan untuk meningkatkan penyerapan lutein dan zeaxanthin oleh tubuh.

Ini berarti, supaya orang bisa mendapat manfaat dari ketiga unsur tersebut secara maksimal, masaklah bayam dengan cara di tumis dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Namun unsur yang terdapat dalam bayam tidak hanya yang menguntungkan saja. Beberapa diantaranya malah bisa berdampak sebaliknya. Orang perlu berhati-hati supaya bisa terhindar dari akibat merugikan yang ditimbulkan setelah menyantapnya.

Gangguan Ginjal

Hasil kajian Maria C. Linder, PhD. dari Department of Chemistry, California State University, Fullerton, mendapati, kadar oksalat bayam mencapai 779 mg/100 gr bahan.
Oksalat, selain dapat menyebabkan gangguan ginjal –karenanya, pada pasien yang mendapat ‘diit rendah kalsium tinggi sisa asam’, seperti pada penderita batu ginjal, sayuran ini tidak boleh diberikan– juga bisa menghambat penyerapan zat besi dan kalsium.

Agar kalsium dan zat besi bayam bisa banyak diserap, maka kadar oksalat mesti diturunkan dengan cara mengolahnya terlebih dulu, misalnya dengan merebusnya. Hasil penelitian Eny Widi Astuti dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta, menunjukkan, kandungan oksalat dalam daun bayam yang dijadikan sampelnya, dapat diturunkan dari 162,67 mg menjadi 118,33 mg, bahkan 76,67 mg, setelah sayuran tersebut direbus selama 0 menit, 10 menit dan 15 menit.

Selain itu, agar kadar zat besinya lebih bisa dimanfaatkan, dianjurkan untuk mengonsumsi sajian bayam bersama daging, ayam atau ikan. Ketiga bahan tersebut memiliki asam amino yang pintar mengikat besi dan membantu penyerapannya oleh tubuh.

GAKY

Gangguan akibat kekurangan yodium (GAKY) merupakan salah satu masalah gizi utama yang sampai saat ini belum dapat diatasi dengan tuntas. Di samping dapat menimbulkan gondok, situasi lain yang juga bisa dicetuskannya yakni : kretinisme (cebol) dengan IQ hanya sekitar 20 pada anak, serta terganggunya pertumbuhan dan perkembangan janin pada ibu hamil.

Banyak orang menyangka, GAKY hanya disebabkan karena tubuh kekurangan asupan yodium, padahal dari hasil studi G. A. Ubom, yang penah melakukan penelitian tentang kaitan antara GAKY, keadaan tanah, air dan diet (The Goiter-Soil-Water-Diet Relationship), di Nigeria, pada tahun 1991, didapati bahwa keadaan lingkungan di suatu wilayah pemukiman erat kaitannya dengan keadaan kesehatan masyarakat, di antaranya yang berhubungan dengan situasi GAKY.

Hal penting lain yang juga terungkap, ternyata selain bisa disebabkan oleh goitrogenik (zat yang secara biologis bersifat antagonis terhadap yodium) alami, seperti yang terdapat dalam sayuran “bangsa” cruciferae (famili tanaman dikotil yang mencakup + 3.000 spesies, berupa herba; bunga sempurna, sepal 4, petal 4, dan stamen 6, empat diantaranya lebih panjang; buah kecil berbentuk polong yang membelah membentuk dua katup), goitrogenik non alami, seperti sulphat, nitrat, thiourea, plumbun, merkuri dan berbagai sisa pestisida atau pupuk urea, bisa pula mencetuskannya.

Karena bayam biasanya mengandung nitrat, yang terserap dari pupuk dan kemungkinan dari air siraman, serta bisa jadi juga mengandung pestisida, supaya aman, beberapa cara berikut perlu dilakukan :
  1. Cuci bayam hingga bersih dengan air mengalir.
  2. Buang bagian batangnya, yang biasa dijadikan tempat “mangkal”-nya nitrat.
  3. Untuk menangkal pengaruh goitrogeniknya, tambahkan garam beryodium dalam tumis bayam Anda. Sebab yodium gampang teroksidasi, penambahan yodium hendaknya dilakukan setelah tumis siap dihidangkan.
  4. Segera habiskan tumis bayam Anda. Selain supaya yodium yang ada didalamnya bisa maksimal masuk tubuh, upaya ini juga dimaksudkan untuk mencegah nitrat diubah bakteri menjadi nitrit, yang bisa menimbulkan keracunan dengan gejala methaemoglobinaemia, yaitu MetHb dalam darah meningkat, dan memancing timbulnya kanker perut.
Gout

Jika ditengah asik tidur, menjelang pagi, tiba-tiba sendi di pangkal jempol kaki (big toe joint atau sendi metatarsofalangeal pertama) Anda nyeri hebat, bengkak, bagian kulit atasnya meradang kemerahan dan bila diraba panas, waspadalah, jangan-jangan Anda terkena gout, atau sering disebut asam urat, yang menurut kepercayaan kuno muncul akibat noxa (luka) yang jatuh tetes demi tetes ke dalam sendi.

Gout bisa terjadi lantaran tiga sebab : peningkatan produksi asam urat, proses pembuangan asam urat oleh ginjal menurun, atau lantaran tingginya asupan makanan kaya purin –purin merupakan senyawa yang akan dirombak menjadi asam urat dalam tubuh.

Bayam kaya akan purin. Dalam catatan Ali Khomsan, salah seorang pakar gizi yang dimiliki Indonesia, kandungannya mencapai 290 mg/100 gr bahan.

Lantaran belum diketahui metode tokcer guna menurunkan purin dalam makanan, khususnya dalam bayam, maka cara aman untuk menghindari kumatnya penyakit ini adalah dengan menjauhinya. Tidak mencoba-coba mengonsumsinya, sekalipun dalam bentuk tumis bayam yang lezat.

Rabu, 07 Oktober 2015

Sepenggal Kisah Bocah Palestina: Jangan Kasihani Saya, Jika Ingin Membantu, Belilah Roti Ini

Sepenggal Kisah Bocah Palestina: Jangan Kasihani Saya, Jika Ingin Membantu, Belilah Roti Ini

Adi Supriadi, MM
dakwatuna.com – Apa yang saya tulis dalam artikel ini sebenarnya sudah ada wall Facebook saya, sudah lama saya posting bahkan hampir setahun tetapi sampai hari ini setiap hari masih ada yang memberikan “Like” dan membagikannya.

Saya mencoba membaca ulang dan kemudian penulis berfikir untuk membagikannya kepada sahabat pembaca.

Ya, suatu ketika saya bertemu dengan Almarhumah Ustz. Yoyoh Yusroh ketika beliau masih aktif sebagai anggota DPR RI dari Fraksi PKS, beberapa bulan sebelum beliau meninggal dunia.
Sebagai seorang yang gigih dan tidak pernah menyerah membela kemerdekaan Palestina ke manapun Ustz. Yoyoh Yusroh pergi, almarhumah selalu membagikan kisah nyatanya tentang kondisi Palestina yang ditemuinya di sana.

Ada kisah nyata yang membuat saya tidak kuat menahan air mata mendengarnya. Dalam kesempatan kunjungannya ke Palestina bunda Yoyoh bertemu dengan seorang gadis kecil Palestina yang sedang berjualan roti untuk membiayai hidupnya. Kala itu tim DPR RI akan memberikan sejumlah uang pada anak kecil itu, tetapi anak kecil berusia 6 tahun ini berkata, “Jangan kasihani saya, jika ingin membantu saya belilah roti ini, tetapi jika Anda ingin membantu perjuangan Palestina untuk menyelamatkan Masjid Al-Aqsha dari tangan-tangan Zionis itu sumbangkan uang Anda pada mujahidin Palestina, saya akan hidupi diri saya dengan berjualan roti ini.”

Menangislah Ustz. Yoyoh Yusroh (Alm) mendengar uraian anak ini, betapa hebatnya mental-mental anak Palestina dan kecintaan mereka pada Al-Aqsha. Anak sekecil itu baru 6 tahun dengan mental baja dan lantang berbicara, anak yatim piatu itu menghidupi dirinya dengan berjualan roti di tengah desingan peluru.
Sebuah kisah nyata yang masih tersimpan di benak saya ketika bertemu Ustz. Yoyoh tahun 2010. Semoga Allah memberikan tempat terbaiknya untuk almarhumah

Ustz. Yoyoh adalah kader PKS yang paling lantang di DPR RI membela Palestina. Mengunjungi Gaza sendiri dan menjadi Pemimpin Organisasi Wanita Muslimah Internasional di masa hidupnya.

Bahkan dalam pertemuan itu bunda Yoyoh berharap jika pun dirinya harus meninggal lebih dulu dari aktivis dakwah lainnya ada yang bisa meneruskan mimpi besarnya untuk membuat sebuah film yang berisikan kisah-kisah nyata seperti di atas dalam sebuah film “Berbulan Madu Ke Jalur Gaza”. Saya pun berharap ada novelis yang bisa menuliskannya dan kemudian berikutnya menjadi sebuah film.

Semoga momen berkibarnya bendera Palestina baru-baru ini dapat memacu kita mewujudkan mimpi besar kita, menyelamatkan Masjid Al-Aqsha dan memerdekakan Palestina, amin (adi/dakwatuna)
Redaktur: Samin B

Inilah Sosok Wanita yang Menjadi Saksi Kelahiran dan Hidup Nabi Muhammad


dicopas dari: UMMI
Ia adalah Ummu Aiman. Kita tak tahu binar wajahnya ketika Muhammad SAW lahir dari rahim Aminah binti Wahab. Pastinya ia begitu bahagia. Wajahnya cerah sebagaimana cerah wajah bayi yang dilihatnya. Begitu pula hatinya berbunga-bunga.
Dapat dipastikan ia adalah perempuan pertama yang menggendong Muhammad SAW ketika bayi. Jika ada yang menyebut perempuan pertama itu Al-Syifa binti Auf, ada benarnya. Al-Syifa adalah bidan yang membantu persalinan. Namun, Ummu Aiman memang perempuan pertama di antara perempuan lainnya yang menjadi saksi kelahiran manusia agung dari Mekah itu ketika bayinya.
Nama lengkapnya adalah Barakah binti Tsa’labah binti ‘Amr bin Hishn binti Malik binti Salamah binti ‘Amr bin Nu’man. Suami pertama Barakah adalah ‘Ubaid bin al-Harits dari suku Khazraj. Dari pernikahan ini, ia melahirkan anak yang diberi nama Aiman. Ia pun akhirnya dikenal dengan nama Ummu Aiman.
Di tengah masyarakat Mekah, Ummu Aiman hanyalah dikenal sebagai budak. Konon wajahnya hitam. Jika pun hitam, hitam manis bisa dibilang, karena ia adalah perempuan penyayang dan peramah. Dalam riwayat, ia dikatakan berasal dari Habsyi/Habasyah (kini Ethiopia). Dari perjalanan hidup sebagai budak ini, ia memiliki impian. Ia ingin merdeka sebagai manusia. 
Entah apakah impiannya ini terwujud atau tidak, ia tak pernah tahu kemana takdir berjalan. Begitu panjang perjalanannya sebagai budak sampai akhirnya ia menjadi budak di rumah Abdul Muththalib. Kehidupan terus berjalan, ia menjalani hidup dan keseharian sebagaimana masyarakat Mekah umumnya.
Ketika Abdullah, putra Abdul Muththalib, menjalin ikatan pernikahan dengan Aminah, Ummu Aiman diserahkan ke rumah tangga ini. Ia ikut merasakan kepiluan Aminah ketika harus ditinggal suaminya demi mengadakan perjalanan niaga ke negeri Syam. Dengan penuh keharuan, Ummu Aiman terus-menerus menghibur dan menguatkan hati Aminah.
Entah apa yang dirasakan Ummu Aiman ketika penantian Aminah menunggu kepulangan suaminya dari Syam ternyata harus berujung kedukaan. Dalam perjalanan pulang ke Mekah bersama kafilah dagangnya, Abdullah harus menahan sakit dan meninggal di Yatsrib (kini Madinah). Tangis pun pecah. Ummu Aiman tak boleh ikut larut dalam kesedihan. Ia berusaha menegarkan Aminah, apalagi di rahim Aminah ada janin yang tengah dikandung.
Sampai akhirnya lahirlah bayi itu. Berserilah wajah Aminah, berserilah wajah Ummu Aiman. Hati mereka begitu bahagia. Keesokan harinya, Ummu Aiman mengabarkan kepada Abdul Muththalib yang tengah berada di sekitar Ka’bah bahwa cucunya telah lahir. Bergembiralah Abdul Muththalib mengetahui telah lahir cucunya yang bernama Muhammad dari rahim Aminah.
Ummu Aiman adalah seorang perempuan yang senantiasa mendampingi Aminah. Ia ikut merawat dan mengasuh Muhammad SAW. Tradisi di Arab saat itu, bayi yang lahir akan diserahkan kepada perempuan dari permukiman Bani Sa’ad untuk disusui. Begitu juga Muhammad SAW ketika bayi mendapatkan susuan dari Halimah al-Sa’diyah.
Permukiman Bani Sa’ad memang daerah yang kondusif untuk tumbuh kembang bayi dibandingkan daerah lainnya. Karena berbagai sebab, Muhammad SAW tetap tinggal di permukiman Bani Sa’ad meskipun masa penyusuan telah usai. Muhammad SAW menetap di permukiman Bani Sa’ad sampai usia sekitar 5 tahun, namun Halimah kerap membawa Muhammad SAW berkunjung ke rumah ibu kandungnya. Aminah dan Ummu Aiman tetap bisa menuntaskan kerinduannya bersua Muhammad SAW.
Saat usia Muhammad SAW menginjak sekitar 6 tahun, Aminah berziarah ke makam suaminya. Muhammad SAW turut dalam perjalanan itu. Beberapa bulan tinggal di Yatsrib, Ummu Aiman membersamai Aminah dan Muhammad SAW.
Ketika pulang dari Yatsrib ke Mekah, Aminah merasakan kesakitan. Di tengah perjalanan, Aminah meninggal dunia. Ummu Aiman memakamkan ibu kandung Muhammad itu di daerah Abwa (letaknya di antara Mekah dan Madinah). Muhammad pun dibawa Ummu Aiman ke Mekah. Muhammad yang telah menjadi yatim piatu terus dirawat Ummu Aiman ketika dalam pengasuhan Abdul Muththalib.
Setelah Abdul Muththalib meninggal dunia, Muhammad SAW tinggal di rumah pamannya Abu Thalib. Di keluarga Abu Thalib ini, Ummu Aiman juga turut serta. Ummu Aiman terus menyertai dan menyaksikan perjalanan hidup Muhammad SAW.
Ummu Aiman juga menyaksikan perjalanan rumah tangga Muhammad SAW dengan Khadijah binti Khuwailid. Menurut riwayat, Muhammad SAW memerdekakan Ummu Aiman sebagai budak pada masa ini. Konon Ummu Aiman cedal. Karena itu, ia pun kerap keliru berkalimat ketika berbicara. Muhammad SAW memakluminya. Dalam berbagai kesempatan, Ummu Aiman dan Muhammad SAW juga seringkali bercanda. Bercanda yang benar tentunya.
Ummu Aiman adalah sosok perempuan yang memiliki keimanan begitu kokoh. Perjuangannya demi tegaknya Islam tak diragukan. Begitu agungnya perempuan ini. Ia adalah salah satu dari barisan manusia yang memeluk Islam pertama kali. Ummu Aiman mencintai Allah SWT dan Rasul-Nya. Allah SWT pun mencintai dan menyayangi Ummu Aiman.
Begitu pula Muhammad SAW yang menyayangi dan menghormati perempuan ini dan menempatkannya sebagai ibunda. “Ia adalah ibuku setelah ibuku,” kata Muhammad SAW. Ummu Aiman adalah saksi perjalanan hidup Muhammad SAW. Ia menyaksikan kehidupan Mekah sebelum Islam dan ketika akhirnya Islam bercahaya di Mekah. Di Mekah dan di Madinah, ia senantiasa larut dalam perjuangan Islam. Ia adalah saksi sejarah Islam di masa permulaan.
Ummu Aiman yang tak lagi bersuami akhirnya menikah dengan Zaid bin Haritsah. Pernikahan ini terjadi setelah Muhammad SAW menjadi Nabi dan Rasul. Entah apakah Ummu Aiman mendengar perkataan Muhammad SAW atau tidak, “Barangsiapa yang ingin menikah dengan perempuan ahli surga, maka nikahilah Ummu Aiman.” Dari lisan Muhammad SAW, Ummu Aiman telah disebut sebagai perempuan ahli surga. Subhanallah.
Ada kisah menarik yang kerap diceritakan saat Ummu Aiman melakukan perjalanan hijrah ke Madinah. Karena menyusul, Ummu Aiman berangkat ke Madinah seorang diri. Dalam kondisi berpuasa, Ummu Aiman terus melangkah di tengah lahan gersang dan tandus. Panas pun menyengat.
Meskipun dilanda kehausan yang begitu sangat, Ummu Aiman tak menghentikan puasa. Sampai tiba berbuka, Ummu Aiman ternyata tak menemukan air setetes pun, padahal kehausan telah mengeringkan kerongkongannya.
Pada saat inilah Allah SWT memiliki kehendak. Allah SWT menampakkan kekuasan-Nya. Dari langit ada tali putih yang menurunkan timba air...ada tali putih dengan timba berisi air diturunkan dari langit.Dengan diselimuti keterkejutan, Ummu Aiman meminum air dalam timba itu. Allah SWT dengan kuasa-Nya telah menampakkan mukjizat kepada Ummu Aiman. Setelah kejadian itu, kata Ummu Aiman, tak ada lagi rasa haus. Meskipun terik mentari menyengat, meskipun berpuasa di tengah kondisi panas, ia tak pernah merasakan kehausan.
Ia adalah Ummu Aiman. Dari suaminya yang pertama, ia melahirkan seorang putra bernama Aiman yang berjihad sampai akhirnya menggapai kesyahidan dalam Perang Hunain. Zaid bin Haritsah, suaminya yang kedua dan juga anak angkat Muhammad SAW, menggapai syahid dalam perang Mu’tah. Dari pernikahannya dengan Zaid bin Haritsah, ia melahirkan seorang putra, Usamah. Usamah juga seorang pejuang, bahkan telah diamanahi sebagai panglima perang dalam usianya yang masih muda.
Ummu Aiman telah melahirkan pahlawan Islam. Ia juga terus-menerus menyertai perjuangan menegakkan kalimat Allah SWT. Medan perang pun tak luput dari pengalaman hidupnya. Lihatlah ketika perang Uhud, ia sekuat daya ikut memanah. Sebagaimana perempuan lainnya, ia juga turut memberikan air minum dan mengobati pejuang-pejuang Islam yang terluka. Begitu pula dalam perang Khaibar, ia turut menyertai perjuangan kaum muslim.
Allah SWT memberikan usia panjang kepada Ummu Aiman. Ketika Muhammad SAW wafat, bersedihlah hatinya. Ia tentu mengerti jika Muhammad SAW yang sedari kecil telah dirawatnya dengan penuh kelembutan dan kasih sayang pasti akan menghadapi takdir kematian. Ia bersedih dan menitikkan air mata karena wahyu tak akan lagi diturunkan.
Dengan usia panjangnya, Ummu Aiman menjadi saksi sejarah kepemimpinan khulafaur rasyidin. Saat kematian ‘Umar bin Khaththab, ia sempat berkata bahwa Islam akan melemah. Ummu Aiman tentu tidak meramal, tetapi ia hanya membaca tanda-tanda zaman bahwa Islam akan mengalami kemunduran setelah kematian Umar.
Tentu saja dalam hatinya ia ingin Islam tetap berjaya sampai hari kemudian. Ummu Aiman meninggalkan dunia ini di masa kepemimpinan ‘Utsman bin ‘Affan, sekitar tahun 20 Hijriyah. Wallahu a’lam.
HENDRA SUGIANTORO
Hendra Sugiantoro. Lahir di Yogyakarta, 11 Mei 1982 

Selasa, 06 Oktober 2015

Yuk... Bedakan Tip dan Suap


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Sekjen Komite Fikih Amerika Serikat Prof Shalah as-Shawi berpendapat, pemberian tip diperbolehkan selama niatnya baik. Ini merupakan bentuk berlomba-lomba dalam kebajikan. Pendapat ini juga diamini oleh Kementerian Wakaf dan Urusan Islam Kuwait. Menurut pendapat tersebut, baqsyisy boleh diberikan kepada pekerja.

Kubu yang kedua berpandangan hukum pemberian tip dilarang dan haram. Ini dikategorikan sebagai suap dan grativikasi yang dihukumi haram menurut agama. Opsi pelarangan ini merupakan simpulan yang dikeluarkan oleh sejumlah instansi fatwa, salah satunya Komite Tetap Kajian dan Fatwa Arab Saudi. Tip berdasarkan kajian lembaga yang dipimpin oleh Syekh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz itu dinilai bisa menimbulkan beberapa mudarat. Baik dari segi pemberi atau penerima.

Penerima tip akan selalu berharap dan bisa tersakiti hatinya jika tidak menerimanya. Ini bisa berdampak pula pada diskriminasi antarpengguna jasa. Pekerja atau pelayan itu, misalnya, hanya akan memberikan layanan terbaik bagi mereka para pemberi tip. Aktivitas itu akan menjadi budaya yang jelek, yaitu meminta-minta. Sejumlah ulama Arab Saudi, menguatkan pendapat ini, di antaranya Syekh Shalih al-Fauzan dan Syekh Abdurrahman al-Barrak.

Namun, mantan dekan Fakultas Ushuludin Universitas Al Azhar Mesir Prof Muhammad al-Bahi menyanggah pandangan kubu yang kedua. Menurutnya, tip dan grativikasi atau suap tidak bisa disamakan. Keduanya, berbeda dari segi prinsip ataupun elemennya.

Tip diperuntukkan bagi mereka yang berpenghasilan rendah dan tidak memiliki kekuasaan atau berhubungan langsung dengan pemerintah. Jumlah tip-nya pun tidak besar, hanya sepantasnya saja. Sementara, grativikasi atau suap ialah pemberian bagi mereka yang berhubungan langsung dengan pemerintah. Misalnya, soal pemenangan tender proyek.

Besaran suap dalam kasus semacam ini tentunya tidaklah kecil. Sekalipun kecil, pemberian kepada mereka yang berkepentingan dan mempunyai otoritas tersebut haram hukumnya. “Jadi, jangan samakan antara tip dan suap,” katanya.

Sebagian Korban Aviastar Sudah Dikeluarkan dari Badan Pesawat



REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Pesawat twin otter milik maskapai Aviastar yang hilang kontak sejak Jumat (2/10), akhirnya ditemukan. Pesawat jatuh di daerah Ulu Salu, Desa Gamaru, Kabupaten Luwu.
Tim gabungan Basarnas, TNI dan Polri pun bergegas untuk melakukan evakuasi korban maupun bangkai pesawat. Pagi ini, Selasa (6/10), tim gabungan akan mulai mengevakuasi para korban, Pangdam VII Wirabuana Mayjen Bachtiar beserta Kapolda Sulselbar Irjen Pol Pudji Hartanto serta ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto pun turut serta dalam pengevakuasian ini.

"Ya kita akan bantu. Ini saya mau ke tempat evakuasi," ujar Bachtiar di lapangan Bandara Lama Sultan Hasanuddin.

‎Sementara mengenai korban yang ada di dalam bangkai pesawat, Bachtiar menyebut bahwa sebagian korban sudah ada yang dikeluarkan dari pesawat. "Ya sebagian sudah dikeluarkan," jelas Bachtiar.
Dalam arahannya, Bachtiar menyebutkan bahwa timnya akan membantu semaksimal mungin untuk mendukung kinerja Basarnas. Menurut Bachtiar, untuk mengevakuasi korban pesawat, tim gabungan harus mendaratkan pesawat helikopter di lapangan bola Latimojong‎. Dari tempat ini baru tim bisa membawa korban di desa terdekat ke lapangan bola untuk langsung dibawa ke Makassar.

Evakuasi korban pesawat Aviastar sendiri menggunakan jalur udara dengan memanfaatkan empat pesawat helikopter. Dua helikopter milik Basarnas dan PT Bosowa akan berangkat dari Kabupaten Sidrap. Sementara dua pesawat masing-masing milik Polri dan TNI berangkat dari Bandara Sultan Hasanuddin.
Pesawat twin otter milik Aviastar dengan rute Masamba-Makaassar hilang kontak sejak, Jumat (2/10). Pesawat ini hilang kontak sekitar pukul 14.36 atau 11 menit setelah lepas landas dari Bandara Andi Jemma. Pesawat ini mengangkut tiga orang crew bersama tujuh penumpang yang dua di antaranya masih bayi.

Sukses Identifikasi 100 Jenazah Korban Mina, Inilah Kisah Tim Linjam


Detik - Hingga hari ini jumlah korban wafat yang berasal dari jemaah haji Indonesia dan WNI mukimin berjumlah 100 orang. Semua proses identifikasi ini dilakukan petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang tergabung dalam tim khusus perlindungan jemaah (Linjam).

Dengan peralatan terbatas, mereka bekerja keras mencari tahu ratusan korban Tragedi Mina 204 yang berasal dari Indonesia. Kepala Seksi Linjam Daker Makkah Jaetul Muchlis Basyir berbagi cerita bagaimana timnya menembus birokrasi Arab Saudi yang terkenal sukar.

Letkol yang masih aktif di TNI AU ini juga bertukar pikiran bagaimana penanganan ke depan bagaimana jika ada peristiwa serupa terjadi lagi. Termasuk usulan bagaimana cara melindungi jemaah dengan membekali mereka identitas yang paten.

Berikut petikan wawancara dengan Jaetul Muchlis yang dilakukan di Makkah, Minggu (4/10/2015):

Apa langkah yang diambil Tim Linjam ketika insiden crane dan Tragedi Mina?

Dengan 2 peristiwa, saya tidak menyebut musibah, tentang kejadian crane di Masjidil Haram dan kejadian peristiwa Mina beberapa waktu lalu. Jadi kami dari tim perlindungan jemaah yang merasa memiliki amanah dari UU untuk memberikan kenyamanan, keamanan, dan keselamatan untuk jemaah. Jadi sejak pertama kita mendengar informasi tentang kejadian itu tentunya kita senantiasa untuk berkoordinasi dengan teman-teman yang ada di lapangan untuk segera bergerak dan membuka akses-akses untuk menembus lokasi kejadian.

Juga dalam beberapa waktu yang lalu dengan kejadian peristiwa Mina ini langsung ini direktif dari menteri agama kita dibuat tim. Tiga tim yang dibentuk untuk menyelesaikan ataupun juga menindaklanjuti peristiwa di Mina ini.

Adapun saat kejadian crane, kita sudah kontak teman-teman yang memang punya akses ke rumah sakit, untuk mendata siapa di antara korban tersebut yang memang mengalami luka ringan, berat dsb. Dan juga menghubungi teman-teman yang mampu untuk mendata korban wafat dari jemaah kita .

Maka kejadian crane itu sebagaimana diketahui ada korban wafat dan beberapa luka-luka. Nah kemudian kita sebagai tim tentu senantiasa terus berkoordinasi dengan mencari informasi sekecil apapun untuk kita tindaklanjuti, kita kembangkan, untuk mengetahui identitas korban luka-luka maupun jemaah yang wafat.

Sama halnya dengan kejadian Mina. Peristiwa Mina atau peristiwa 204 kami istilahkan. Beberapa waktu lalu Amirul Haj dalam hal ini Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin membentuk 3 tim yang bergerak secara paralel. Yang pertama tim yang mendata ulang berapa jemaah yang belum kembali ke rombongan. Ada juga tim yang mendata ke RS yang ada di Arab Saudi ini untuk mengetahui berapa yang menjadi korban terkait peristiwa Mina ini.

Kami di Tim Linjam ini mempunyai spesifikasi khusus. Kami itu mengantisipasi untuk lebih awal mengetahui berapa sebenarnya korban yang dinyatakan wafat dalam peristiwa ini. Makanya akses kami tentunya mungkin agak unik ke kamar-kamar jenazah ataupun ke penampungan pemulasaraan jenazah yang ada di Arab Saudi.

Dan khusus untuk peristiwa ini semuanya dikirimkan ke Muaisim. Kami bergerak ke sana. Lebih dari 1x24 jam sejak peristiwa, kita baru dapat akses di Muaisim, itupun terbatas hanya untuk melihat, mengamati, mencermati foto-foto yang mereka rilis. Foto-foto yang sudah dipublish untuk bisa kita lihat, kita amati. Itulah modal awal kami untuk mencari jemaah.

Di situ kita melihat foto-fotonya. Ada yang bisa kita lihat, kita identifikasi, kita verifikasi, yang berangkat dari kebiasaan orang Indonesia, kelaziman orang Indonesia. Baik dari segi berpakaian mungkin, dari face raut mukanya mungkin.

Kemudian ada hal-hal yang mungkin khas dipakai jemaah indonesia. Gelang yang dipakainya, slayer beraneka warna yang dipakainya. Ini modal awal kami di tim ini untuk menelusuri keberadaan dari yang diduga sebagai korban dalam peristiwa ini.

Kami juga kami melakukan tahapan-tahapan dalam pencarian ini. Modal awal kita dengan foto tadi, kemudian kita coba cocokkan dengan file/ arsip yang dimiliki oleh instansi yang berkompeten dalam hal ini polisi di muaisim, polisi yang menyidik perkara-2 atau kejadian di luar kelaziman. Nah di situ kita akurkan file itu.

Dari foto yang patut kita duga warga Indonesa dengan karakteristik tertentu kita cocokkan dengan file yang dimiliki kepolisian. Jika file itu mendukung dugaan jenazah berasal dari Indonesia seperti ada gelang identitas di situ, ada paspor di situ kemudian berlanjut ke tahapan selanjutnya.

Tahapan ketiga kita langsung lihat jenazahnya dengan penomoran seperti nomor foto yang kita peroleh kemudian kita buka file dengan nomor yang sama dengan foto itu. Dan kemudian tahap ketiga meyakinkan dengan melihat jenazah yang ada dalam peti itu.

Nah inilah yang mungkin senantiasa kita lakukan siang malam dengan pendekatan-pendekatan khusus. Karena institusi yang ada di sini baik kepolisiannya, kesehatannya, boleh dikatakan agak sulit kita tembus aksesnya.

Kalau boleh kita bicara apabila kita diberikan akses, dari awal bisa masuk ke lokasi di ring 1 untuk mengidentifikasi bukan hal yang sulit menurut kami di tim ini. Karena dengan khasnya, karakterisitik jemaah haji mungkin ditunjuk dari jauh aja sudah ketahuan itu jemaah kita. Cuma untuk akses ke situ sangat protektif sekali. Makanya di hari kejadian di tanggal 24 September kita belum mendapat akses untuk masuk ke TKP itu.

Bagaimana mengatasi akses yang terbatas?

Kita berbagai upaya. Sedikit modal pengalaman-pengalaman yang lalu, kami dengan tim dengan Pak Naif ini yang juga tahu kultur bahasa arab sini, tahu habitnya orang arab sini,  tahu mungkin hal-hal yang bisa menyentuh, mempererat sehingga mereka bisa terbuka. Itu kami lakukan.

Ya kalau mungkin lazimnya orang sini harus peluk kiri kanan cipika cipiki itu kita lakukan semua itu. Kita ekspose apa yang mereka senangi. Kita perkenalkan Indonesia sehingga ada komunikasi. Kalau ada komunikasi, terjalin harmoni di antara kami dengan mereka inilah jalan akses kami masuk ke situ.

Tetapi itu tidak segampang yang dipikirkan temean-teman atau masyarakat Indonesia karena kadang-kadang mereka berubah. Setiap saat bisa berubah. Nah yang saya lihat di sini bahwa ketentuan penanganan emergency yang seperti kejadian ini belum ada protap yang jelas. Atau mungkin kita tidak tahu tentang protap itu.

Sehingga ketika hari ini kita diperlakukan model A besok mungkin sudah berubah lagi. Berubah cara mereka memperlakukan kita. Ataupun juga setiap orang tidak memiliki standar pelayanan yang jelas.

Mungkin satu orang mempersilakan kita mengakses buka file di gudang arsip mereka, tapi satu orang lagi melarangnya. Nah inilah terjadi friksi-friksi yang kami hadapi. Tapi dengan berbagai upaya bagaimana tim ini bisa mencari titik-titik atau celah sekecil apapun untuk bisa masuk dan mendapatkan akses orang yang ada di sini.

Dibandingkan dengan negara lain. Bagaimana kecepatan identifikasi Indonesia?

Saya tidak merasa berbangga diri dengan tim ini, dengan tim kami yang di lapangan. Baik tim yang menyisir rumah sakit, tim yang ke perumahan, atau kami tim yang masuk ke  wilayah-wilayah identifikasi jenazah-jenazah itu.

Mungkin boleh dibilang karena intensitas kita yang lebih banyak, frekuensi kunjungan kita lebih banyak, kemudian lobi-lobi kita yang lebih kita optimalkan saya rasa dibanding teman-teman dari negara lain ketika dia mencari jenazah saudaranya itu kita boleh berbangga diri lah kita sedikit lebih maju dari mereka. Sehingga kita mampu merilis identitas per 12 jam. Itu karena intensitas kita.

Kita berupaya mengoptimalkan waktu yang ada. Jam demi jam, hari demi hari kita terus selidiki. Sampai kita ketahui kapan peluang-peluang kita bisa masuk dan mendapatkan informasi yang banyak. Itu waktunya pun sudah kita pelajari.

Biasanya kalau siang hari kadang-kadang kami pulang hampa. Kita berangkat pagi tidak ada hasil. Tapi ketika setelah maghrib, mungkin mereka sudah fresh itu banyak sekali informasi yang kita dapatkan. Celah-celah untuk akses yang lebih jauh juga kita dapatkan di situ.

Apa tantangannya dalam  mencari 28 jemaah yang masih hilang?

Tentu tantangan ada. Apalagi kalau kita harus secara fisik secara visual untuk mengidentifikasi jenazah yang ada ini tingkat kesulitannya semakin hari semakin tinggi.  Karena, mohon maaf, saya sampaikan kondisi fisik dari korban ini semkin hari semakin rusak. Kalau dari visual agak sulit.

Nah itulah kita tempuh dengan melihat file, karena pada prinsipnya mungkin instansi terkait ini sudah memiliki sidik jari dari semua korban itu. Ini memang yang harus kita tembus.

Jadi itulah harapan-harapan kita. Kita akan temukan, ya mudah-mudahan tidak di situ (kamar jenazah-red)) 28 jemaah yang belum kembali. Mudah-mudahan teman-teman ada menemukan kembali ke kloternya dengan berbagai alasannya.

Mungkin ada yang dirawat di RS, di ICU yang selama ini tidak teridentifikasi. Nah ini semakin berkurang angka tersebut. Nah kita memang berharap ada kejelasan, apapun keadaannya. Syukur-syukur karena mereka ada di rumah sakit atau kembali  ke kloternya.

Kalaupun nanti kita temukan seperti korban-korban yang lain, apa hendak dikata. Itulah kenyataan yang ada dengan nasib jemaah-jemaah kita ini.

Pembelajaran dari kejadian ini?

Perlu dibikin petunjuk teknis ataupun juga mungkin semacam peraturan ketentuan yang diterbitkan dari instansi yang berwenang atau berkompeten di sini. Sehingga kita memiliki antisipasi lebih awal. Ketika ada hal-hal seperti ini, peristiwa seperti ini kita sudah on the track untuk melakukan tindakan-tindakan secara tahapan-tahapan. Jadi perlu contingency untuk mengantisipasi ini, sudah terstruktur dari awal dengan ketentuan yang jelas.

Ini perlu petunjuk teknis. Sehingga dalam mengantisipasi terjadinya hal seperti ini kita tinggal jalan, tidak terlalu banyak rapat, briefing, dan sebagainya. Tapi action karena ini butuh tindakan yang cepat tentunya. Sehingga dengan petunjuk teknis yang ada, software yang ada, siapa berbuat apa dalam organisasi adhoc mungkin juga perlu ada satgas antisipasi peristiwa atau kejadian. Ini yang pertama saya usulkan.

Kedua tentang keberadaan dari jemaah itu sendiri. Nah ini satu di antaranya kendala kita, Ketika kita mau mengetahui secara pasti berapa sih sebenarnya jemaah yang belum kembali ke rombongannya.  Nah ini terkait dengan organisasi kloter. Bagaimana di situ peran petugas kloter, kepala regu atau kepala rombongannya, yang mereka lebih tahu lah keberadaan jemaahnya itu. Nah ini harus dioptimalkan organisasi kloter. Sehingga kita mudah mendapat kepastian jumlah jemaah yang belum kembali ke kloternya.

Ketiga, mungkin bisa juga disarankan tentang identitas. Kemarin kita share dengan orang yang menangani pemakaman, orang yang menangani perawatan jenazah ternyata dari negara lain itu memiliki gelang identitas yang sulit untuk dilepas. Ada beberapa faktor yang pertama, mungkin dari desain yang kita miliki ini tidak seperti yang dimiliki negara lain, tidak bisa lepas dari tangan apapun keadaannya, kecuali mungkin putus tangannya.

Kemudian yang kedua, di sini mengetahu secara persis bahwa gelang identitas yang senantiasa melekat dan dipakai jemaah ini identitas yang lengkap. Ini sudah bagus konsep ini. Di situ ada namanya, ada kloternya, ada nomor paspornya, itu data yang bagus. Cuma desain dari barangnya ini perlu kita sarankan supaya tidak mudah lepas.

Sehingga jemaah yang pingsan, atau jatuh di lapangan kemudian diangkat dengan ambulans Arab Saudi, kemudian masuk di gawat darurat di RS Arab Saudi, mungkin karena tidak tahu peran dan betapa vitalnya fungsi gelang identitas ini, dengan gampang saja mereka copot kan. Copot untuk mempermudah penanganan atau tindakan. Padahal ini sangat-sangat penting sekali.

Sehingga banyak kejadian jemaah itu dirawat di ICU, di manapun dengn identitas yang tidak diketahui. Sehingga dari awal masuk pun di pendaftaran majhul (tidak diketahui identitasnya) cuma dikatakan itu indonesia. Ini juga jadi ada kerja tambahan ya kalau tidak lengkap.

Hal-hal lain mungkin banyak hikmah yang bisa kita ambil. Ketentuan terkait khususnya peristiwa Mina ini kan jemaah kita ini terlarang dalam waktu-waktu tertentu  untuk melontar di jamarat. Kejadiannya ini kan di waktu yang dianggap secara fikih di waktu afdol.

Ini sering kita sampaikan ke jemaah, tidak kurang-kurang saya rasa. Dari mulai selebaran, dengan pengeras suara di titik kumpul jemaah terlarang untuk melontar di waktu seperti itu. Ini harus dipertajam lagi sosialisasi, sejak dari badnara mungkin. Ini banyak hikmahnya.

Pengalaman unik dan menarik selama mengidentifikasi jenazah?

Banyak hal yang mungkin tidak akan saya bisa lupakan ya. Ketika korban crane bagaimana kita berusaha untuk mencari jemaah yang belum ditemukan. Boleh dikatakan sampai mimpi-mimpi dengan jemaah yang kita cari.

Termasuk kita mau verifikasi jemaah itu. Apalagi korban crane itu kan. Banyak kantong-kantong mayat yang memang sudah, moghon maaf, kondisinya seperti itu. Kdang-kadang kita coba cari  gelang-gelannya  sampai ambil bagian-bagian tubuhnya yang selama ini mungkin kita belum pernah melakukan hal itu.

Banyak pelajaran hikmah yang kita dapatkan. Bahkan keunikan saat kita masuk ke dalam kamar jenazah. Kadang kita bercanda dengan mereka penunggu peti jenazah. Rasa canda itu mungkin untuk membunuh perasaan yang lainnya. Termasuk mungkin sekarang kondisi mayat yang… ya namanya ruang mayat dengan korban aroma sedemikian rupa.
(gah/ega)