Kamis, 08 Oktober 2015

Makan Bayam, Tak Selamanya Menguntungkan

 Hasil gambar untuk gambar bayam
Yuga Pramitra
dakwatuna.com Selain beta-karoten, sebetulnya bayam pun memiliki lutein dan zeaxantin. Untuk urusan merawat kesehatan mata, ketiga unsur tersebut bisa diandalkan. Beruntung ketiganya memiliki sifat yang tak jauh beda : bisa kompak dengan lemak atau minyak, dan lebih bagus diserap tubuh setelah dimasak.

Hasil sebuah penelitian, sebagaimana dicatat Made Astawan, guru besar di Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Institut Pertanian Bogor, dan Andreas Leomitro Kasih, mendapatkan, penambahan lemak sebanyak 10% ke dalam makanan sumber beta-karoten serta proses pemasakan, dapat mengubah struktur trans menjadi cis, yang akan lebih memudahkan tubuh menyerap beta-karoten. Sedangkan dari penelitian lain diketahui, proses pemasakan pada suhu rendah hingga sedang sangat diperlukan untuk meningkatkan penyerapan lutein dan zeaxanthin oleh tubuh.

Ini berarti, supaya orang bisa mendapat manfaat dari ketiga unsur tersebut secara maksimal, masaklah bayam dengan cara di tumis dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Namun unsur yang terdapat dalam bayam tidak hanya yang menguntungkan saja. Beberapa diantaranya malah bisa berdampak sebaliknya. Orang perlu berhati-hati supaya bisa terhindar dari akibat merugikan yang ditimbulkan setelah menyantapnya.

Gangguan Ginjal

Hasil kajian Maria C. Linder, PhD. dari Department of Chemistry, California State University, Fullerton, mendapati, kadar oksalat bayam mencapai 779 mg/100 gr bahan.
Oksalat, selain dapat menyebabkan gangguan ginjal –karenanya, pada pasien yang mendapat ‘diit rendah kalsium tinggi sisa asam’, seperti pada penderita batu ginjal, sayuran ini tidak boleh diberikan– juga bisa menghambat penyerapan zat besi dan kalsium.

Agar kalsium dan zat besi bayam bisa banyak diserap, maka kadar oksalat mesti diturunkan dengan cara mengolahnya terlebih dulu, misalnya dengan merebusnya. Hasil penelitian Eny Widi Astuti dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta, menunjukkan, kandungan oksalat dalam daun bayam yang dijadikan sampelnya, dapat diturunkan dari 162,67 mg menjadi 118,33 mg, bahkan 76,67 mg, setelah sayuran tersebut direbus selama 0 menit, 10 menit dan 15 menit.

Selain itu, agar kadar zat besinya lebih bisa dimanfaatkan, dianjurkan untuk mengonsumsi sajian bayam bersama daging, ayam atau ikan. Ketiga bahan tersebut memiliki asam amino yang pintar mengikat besi dan membantu penyerapannya oleh tubuh.

GAKY

Gangguan akibat kekurangan yodium (GAKY) merupakan salah satu masalah gizi utama yang sampai saat ini belum dapat diatasi dengan tuntas. Di samping dapat menimbulkan gondok, situasi lain yang juga bisa dicetuskannya yakni : kretinisme (cebol) dengan IQ hanya sekitar 20 pada anak, serta terganggunya pertumbuhan dan perkembangan janin pada ibu hamil.

Banyak orang menyangka, GAKY hanya disebabkan karena tubuh kekurangan asupan yodium, padahal dari hasil studi G. A. Ubom, yang penah melakukan penelitian tentang kaitan antara GAKY, keadaan tanah, air dan diet (The Goiter-Soil-Water-Diet Relationship), di Nigeria, pada tahun 1991, didapati bahwa keadaan lingkungan di suatu wilayah pemukiman erat kaitannya dengan keadaan kesehatan masyarakat, di antaranya yang berhubungan dengan situasi GAKY.

Hal penting lain yang juga terungkap, ternyata selain bisa disebabkan oleh goitrogenik (zat yang secara biologis bersifat antagonis terhadap yodium) alami, seperti yang terdapat dalam sayuran “bangsa” cruciferae (famili tanaman dikotil yang mencakup + 3.000 spesies, berupa herba; bunga sempurna, sepal 4, petal 4, dan stamen 6, empat diantaranya lebih panjang; buah kecil berbentuk polong yang membelah membentuk dua katup), goitrogenik non alami, seperti sulphat, nitrat, thiourea, plumbun, merkuri dan berbagai sisa pestisida atau pupuk urea, bisa pula mencetuskannya.

Karena bayam biasanya mengandung nitrat, yang terserap dari pupuk dan kemungkinan dari air siraman, serta bisa jadi juga mengandung pestisida, supaya aman, beberapa cara berikut perlu dilakukan :
  1. Cuci bayam hingga bersih dengan air mengalir.
  2. Buang bagian batangnya, yang biasa dijadikan tempat “mangkal”-nya nitrat.
  3. Untuk menangkal pengaruh goitrogeniknya, tambahkan garam beryodium dalam tumis bayam Anda. Sebab yodium gampang teroksidasi, penambahan yodium hendaknya dilakukan setelah tumis siap dihidangkan.
  4. Segera habiskan tumis bayam Anda. Selain supaya yodium yang ada didalamnya bisa maksimal masuk tubuh, upaya ini juga dimaksudkan untuk mencegah nitrat diubah bakteri menjadi nitrit, yang bisa menimbulkan keracunan dengan gejala methaemoglobinaemia, yaitu MetHb dalam darah meningkat, dan memancing timbulnya kanker perut.
Gout

Jika ditengah asik tidur, menjelang pagi, tiba-tiba sendi di pangkal jempol kaki (big toe joint atau sendi metatarsofalangeal pertama) Anda nyeri hebat, bengkak, bagian kulit atasnya meradang kemerahan dan bila diraba panas, waspadalah, jangan-jangan Anda terkena gout, atau sering disebut asam urat, yang menurut kepercayaan kuno muncul akibat noxa (luka) yang jatuh tetes demi tetes ke dalam sendi.

Gout bisa terjadi lantaran tiga sebab : peningkatan produksi asam urat, proses pembuangan asam urat oleh ginjal menurun, atau lantaran tingginya asupan makanan kaya purin –purin merupakan senyawa yang akan dirombak menjadi asam urat dalam tubuh.

Bayam kaya akan purin. Dalam catatan Ali Khomsan, salah seorang pakar gizi yang dimiliki Indonesia, kandungannya mencapai 290 mg/100 gr bahan.

Lantaran belum diketahui metode tokcer guna menurunkan purin dalam makanan, khususnya dalam bayam, maka cara aman untuk menghindari kumatnya penyakit ini adalah dengan menjauhinya. Tidak mencoba-coba mengonsumsinya, sekalipun dalam bentuk tumis bayam yang lezat.


kaos ukuran besar XXXXXL
Makan Bayam, Tak Selamanya Menguntungkan
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email