Rabu, 07 Oktober 2015

Sepenggal Kisah Bocah Palestina: Jangan Kasihani Saya, Jika Ingin Membantu, Belilah Roti Ini

Adi Supriadi, MM
dakwatuna.com – Apa yang saya tulis dalam artikel ini sebenarnya sudah ada wall Facebook saya, sudah lama saya posting bahkan hampir setahun tetapi sampai hari ini setiap hari masih ada yang memberikan “Like” dan membagikannya.

Saya mencoba membaca ulang dan kemudian penulis berfikir untuk membagikannya kepada sahabat pembaca.

Ya, suatu ketika saya bertemu dengan Almarhumah Ustz. Yoyoh Yusroh ketika beliau masih aktif sebagai anggota DPR RI dari Fraksi PKS, beberapa bulan sebelum beliau meninggal dunia.
Sebagai seorang yang gigih dan tidak pernah menyerah membela kemerdekaan Palestina ke manapun Ustz. Yoyoh Yusroh pergi, almarhumah selalu membagikan kisah nyatanya tentang kondisi Palestina yang ditemuinya di sana.

Ada kisah nyata yang membuat saya tidak kuat menahan air mata mendengarnya. Dalam kesempatan kunjungannya ke Palestina bunda Yoyoh bertemu dengan seorang gadis kecil Palestina yang sedang berjualan roti untuk membiayai hidupnya. Kala itu tim DPR RI akan memberikan sejumlah uang pada anak kecil itu, tetapi anak kecil berusia 6 tahun ini berkata, “Jangan kasihani saya, jika ingin membantu saya belilah roti ini, tetapi jika Anda ingin membantu perjuangan Palestina untuk menyelamatkan Masjid Al-Aqsha dari tangan-tangan Zionis itu sumbangkan uang Anda pada mujahidin Palestina, saya akan hidupi diri saya dengan berjualan roti ini.”

Menangislah Ustz. Yoyoh Yusroh (Alm) mendengar uraian anak ini, betapa hebatnya mental-mental anak Palestina dan kecintaan mereka pada Al-Aqsha. Anak sekecil itu baru 6 tahun dengan mental baja dan lantang berbicara, anak yatim piatu itu menghidupi dirinya dengan berjualan roti di tengah desingan peluru.
Sebuah kisah nyata yang masih tersimpan di benak saya ketika bertemu Ustz. Yoyoh tahun 2010. Semoga Allah memberikan tempat terbaiknya untuk almarhumah

Ustz. Yoyoh adalah kader PKS yang paling lantang di DPR RI membela Palestina. Mengunjungi Gaza sendiri dan menjadi Pemimpin Organisasi Wanita Muslimah Internasional di masa hidupnya.

Bahkan dalam pertemuan itu bunda Yoyoh berharap jika pun dirinya harus meninggal lebih dulu dari aktivis dakwah lainnya ada yang bisa meneruskan mimpi besarnya untuk membuat sebuah film yang berisikan kisah-kisah nyata seperti di atas dalam sebuah film “Berbulan Madu Ke Jalur Gaza”. Saya pun berharap ada novelis yang bisa menuliskannya dan kemudian berikutnya menjadi sebuah film.

Semoga momen berkibarnya bendera Palestina baru-baru ini dapat memacu kita mewujudkan mimpi besar kita, menyelamatkan Masjid Al-Aqsha dan memerdekakan Palestina, amin (adi/dakwatuna)
Redaktur: Samin B

kaos ukuran besar XXXXXL
Sepenggal Kisah Bocah Palestina: Jangan Kasihani Saya, Jika Ingin Membantu, Belilah Roti Ini
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email