Senin, 09 November 2015

Tahukah Anda Cara Bertukar Kartu Nama yang Sesuai Etika?


Saat berkenalan dengan klien atau rekan kerja baru, biasanya selain bersalaman, Anda juga akan bertukar kartu nama. Tahukah Anda kalau dalam urusan bertukar kartu nama ini ada etikanya? Etika berbinis merupakan salah satu materi yang diajarkan di sekolah kepribadian.

Dituturkan oleh Muhammad Basrah selaku fasilitator dari sekolah kepribadian Duta Bangsa, etika bisnis diperlukan untuk memelihara suasana lingkungan kerja yang menyenangkan serta menimbulkan rasa saling menghargai. Selain itu, efisiensi kerja dan citra pribadi perusahaan juga bisa ditingkatkan jika mengetahui etika berbisnis.

"Etika berbisnis bisa dilakukan dalam hal memberi atau menerima sesuatu, cara berjabat tangan, kontak mata saat berbicara, dan cara memberi sambutan. Bahasa tubuh menjadi salah satu aspek penting yang harus dimiliki dalam beretika bisnis," tutur Basrah saat berbincang dengan Wolipop di Duta Bangsa, Menara Bank Mega Syariah, Kuningan, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Lantas apa saja hal-hal yang harus diperhatikan dalam beretika di dunia pekerjaan?

1. Saat Berjabat Tangan
Ketika pertama kali bertemu dengan rekan kerja atau klien penting, biasanya diawali dengan berjabat tangan. Perhatikan cara Anda menjabat tangan karena itu akan memberikan kesan pertama tentang diri Anda.

Dimulai dengan mengulurkan tangan dan tubuh sedikit condong ke depan, kemudian jabatlah tangan lawan bicara dengan sedikit penekanan sambil mengucapkan nama jelas. Selama berjabat tangan, tetap jaga kontak mata dan tetap tersenyum.

2. Saat Bertukar Kartu Nama
Kartu nama biasanya diberikan setelah jabat tangan selesai. Ada beberapa perbedaan dalam memberi dan menerima kartu nama yang umumnya dijumpai.

"Di Barat biasanya orang memberikan kartu nama dengan tangan kiri atau kanan tidak masalah, yang penting orang lihat dan tahu perusahaannya. Tapi kalau di negara Timur termasuk Indonesia, pemberian dan penerimaan kartu nama dilakukan dengan dua tangan," lanjut pria yang pernah bekerja di bidang perhotelan itu.

Apabila sudah menerima kartu nama dari lawan bicara, hendaknya dibaca terlebih dulu. Jangan terburu-buru memasukkannya ke dalam tas atau dompet. Tidak ada salahnya untuk menuliskan tanggal pertama kali bertemu agar lebih mudah diingat.

3. Saat Menghadiri Rapat
Jika Anda akan menghadiri rapat dengan rekan kerja, atasan, atau klien, sebaiknya hadir di ruang rapat 15 menit sebelumnya untuk mempersiapkan hal-hal yag berkaitan dengan agenda rapat. Tak ada salahnya menjadi pendengar yang aktif berpartisipasi, tetapi jika akan menginterupsi, sebaiknya acungkan tangan terlebih dahulu.

Saat mengikuti rapat, usahakan tetap berada di dalam ruangan. Jangan keluar-masuk ruang rapat kecuali untuk hal-hal yang mendesak. Pastikan pula membuka dan menutup pintu dengan perlahan agar tidak menganggu kelangsungan rapat.

4. Hindari Pembicaraan Informal
Basa-basi diperlukan untuk memecah kebekuan dan menjalin hubungan dengan relasi bisnis. Tetapi sebaiknya hindari pembicaraan yang bersifat terlalu pribadi, seperti membicarakan tentang penyakit, kematian, menanyakan harga barang, atau bahkan bergosip.

"Hindari juga memotong pembicaraan orang lain, memonopoli pembicaraan, membual tentang diri sendiri, dan membicarakan hal-hal yang dapat menimbulkan pertentangan," tutup pria kelahiran 1959 itu.

(itn/eny)

kaos ukuran besar XXXXXL
Tahukah Anda Cara Bertukar Kartu Nama yang Sesuai Etika?
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email