Rabu, 17 Februari 2016

Sakinah Finance, Tips Mengatur Keuangan Keluarga Agar Lebih Berkah

Banyak keluarga muda yang hidup dari gaji ke gaji. Lebih mirisnya lagi, hidup dari pinjaman kartu kredit dan lilitan utang.




Pekan ini buku Sakinah Finance dikutak katik lagi. Kali ini yang memberikan resensi adalah seorang penulis “Jelajah Inggris” yaitu Rosi Meilani yang sudah cukup lama tinggal di Inggris. Beliau menulis buku jalan jalan di negara Harry Potter ini dengan harapan dapat memberikan ide tentang kota-kota dan situs-situs menarik di Inggris. Juga termasuk tips jalan – jalan hemat berkualitas dan penuh perhitungan gaya Sakinah Finance.

Dalam bukunya, Rosi mengatakan bahwa sebelum melakukan perjalanan usahakan browsing penginapan terlebih dahulu. Lakukan  jauh-jauh hari sebelum tanggal keberangkatan. Biasanya pihak hotel di Inggris memberikan tarif murah.

Tak kalah pentingnya, Rosi memberikan tips jika akan melancong ke Inggris bersama keluarga atau teman (sekitar 4-5 orang), sebaiknya menyewa mobil. Tapi hal ini tidak disarankan untuk perjalanan dalam kota London yang terkenal dengan peraturan ketat dan parkir yang mahal. Selengkapnya bisa dibaca di halaman 22 di Buku Jelajah Inggris.

Selanjutnya berikut penuturan Rosi tentang Sakinah Finance.
“Mengatur keuangan keluarga diperlukan kedisiplinan. Jika tak pintar mengatur, bisa terjadi defisit. Sebaliknya, jika pandai  mengatur, pastilah keuangan keluarga akan mengalami surplus. Setidaknya  seimbang.”
Kondisi seimbang ataupun surplus ini akan membuat hati tentram dan tenang. Sesuai artinya, sakinah adalah sebuah kondisi ketenangan dalam sebuah keluarga, tentunya hal itu menjadi dambaan kita semua. Tentunya juga bisa kita pelajari.

Buku ini tidak seperti buku perencanaan keuangan kovensional kebanyakan. Buku ini lebih menitikberatkan pada proses memperoleh pendapatan dan pengeluaran keuangan dengan baik dan benar secara Islami. Jalan menuju Sakinah Finance harus dilakukan dengan niat yang benar, fokus mencari yang halal, bekerja keras, bersilaturahmi, membersihkan harta, bermuhasabah dan bersyukur (hal. 12-20).

Banyak keluarga muda yang hidup dari gaji ke gaji. Lebih mirisnya lagi, hidup dari pinjaman kartu kredit dan lilitan utang. Untuk bisa menghindari dan memecahkan masalah tersebut kita bisa mempelajarinya dalam bab pengelolaan dan perencanaan keuangan (hal.21).

Secara singkat pengelolaan keuangan keluarga sakinah bisa disimpulkan sebagai berikut: Pendapatan (Managing Income) >> Pengeluaran Utama (Managing  Needs) >> Impian & Keinginan (Managing Dreams) >> Managing Surplus (Deficit)  >> Managing Contingency (hal.26).

Kehalalan pendapatan adalah sebuah hal yang paling pokok dalam mencapai sakinah dalam keuangan. Hal tersebut dibahas detail di bab Managing Income (hal 35). Selain pendapatan yang halal, networking (silaturahmi) dibahas pula di bab ini. Betapa silaturahmi bisa melapangkan rejeki dan kebaikan-kebaikan lainnya (hal.46).

Managing Needs adalah tahapan-tahapan yang harus dilakukan. Mulai dengan mengalokasikan pengeluaran. Diantaranya: membayar  kewajiban utang (credit card, cicilan rumah dan barang dll), membayar zakat, membeli kebutuhan pokok keluarga, biaya pendidikan, tabungan dana pendidikan, dana emergensi, tabungan dana pensiun.

Semua materi tersebut dijelaskan secara detail dengan mengunakan bahasa yang ringan dan mudah dimengerti.

Seperti halnya neraca tahunan keuangan perusahaan, keuangan keluarga pun idealnya memiliki perhitungan akhir untuk mengetahui kondisi keuangan keluarga, apakah surplus atau defisit. Dari sana, kita bisa mengevaluasi tindakan apa yang harus dilakukan selanjutnya. Baik defisit maupun surplus, keduanya harus ditindaklanjuti dengan baik dan benar (hal. 101-118).

Ketidakpastian atau contingency adalah sebuah kondisi yang terjadi tanpa kita perkirakan sebelumnya. Misalnya tiba-tiba anggota keluarga kita ada yang sakit keras, kecelakaan, meninggal, tertimpa bencana alam dan sebagainya, di sinilah perlunya dana emergency, asuransi syariah salah satunya (hal.120). Di bab ini dijelaskan pula cara memilih produk asuransi syariah.

Buku ini tidak hanya membahas tahapan-tahapan apa saja yang harus kita lakukan dalam mencapai sakinah finance tapi juga pembimbing kita dalam menyusun perencanaan keuangan dengan tabel-tabel serta hitungan rinci tentang cara menghitung zakat, juga persentase-persentase biaya ideal yang harus kita alokasikan sesuai keperluannya. Dalam buku inipun kita bisa belajar menyusun laporan keuangan.

Bagi saya pribadi sebagai ibu rumah tangga, buku ini mudah dimengerti dan mudah diterapkan. Apalagi di bab terakhir disertakan tips dan konsultasi keuangan keluarga. Studi kasus konsultasi keuangan keluarga ini diambil dari pertanyaan-pertanyaan pembaca di sebuah media harian, dimana si penulis menjadi pengasuh.

Kata ‘sakinah’ atau ‘ketenangan’ salah satunya diambil dari pemahaman ayat Al-Fath (48): 4 yaitu:
هُوَ الَّذِي أَنزَلَ السَّكِينَةَ فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوا إِيمَاناً مَّعَ إِيمَانِهِمْ وَلِلَّهِ جُنُودُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيماً حَكِيماً
“Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang orang mukmin untuk menambahkan keimanan atas keimanan mereka (yang telah ada). Dan milik Allah-lah bala tentara langit dan bumi, dan Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana.”  [QS: Al-Fath (48): 4].*

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

dicopas dari : Hidayatullah.com

Senin, 15 Februari 2016

6 Hal yang Tampak Sepele Ini Sering Diabaikan Suami Padahal Bisa Memicu Stres Istri

Sahabat, entah saking cueknya atau memang merasa tak penting, para suami sering kali melakukan hal-hal yang memang tampak sepele ini, tapi sungguh membuat istri stres karena 'capek hati'.
Padahal kalau suami mau berbaik hati menuruti istri dengan tak melakukan hal kecil ini, sangat mungkin istri takkan terlalu lelah karena selalu menggerutu lihat kelakuan suami yang tak mau membantu: 

1. Menaruh handuk sembarangan
Apa susahnya menaruh handuk di jemuran? Pasti jauh lebih mudah daripada dicerewetin istri sepanjang hari cuma gara-gara handuk basah nangkring di atas kasur.
2. Semena-mena terhadap keset 
Apa sih yang dilakukan kaki suami sampai keset posisinya berubah miring tak jelas, kadang keset handuk sampai membuntel-buntel tak berbentuk, keset depan kamar mandi langsung basah tak terkira, dan warnanya pun langsung butek.
Padahal kalau ada yang kotor-kotor bisa pakai kain gombel terlebih dulu baru pergunakan keset untuk finishing touch saja, supaya kaki tidak jamuran karena kesetnya menyimpan milyaran bakteri.

3. Bikin dapur belecetan
Cuma masak mi instan saja terjadi kehebohan luar biasa, di atas kompor ada panci dengan sisa air merebus mi dan sisa telor yang melengket di pinggirannya, bumbu belepotan di atas meja, ada air tumpahan juga di sudut sana-sini. Fiyuuh...
Demikian juga kalau membuat minuman, gula pasir berjatuhan di lantai, air sirup melengket di mana-mana. Kadang lebih baik suami tinggal bilang saja mau dibuatkan apa daripada dapur jadi tampak mengerikan. 

4. Membuat anak menangis lalu kabur
Ini Sering dilakukan suami dari berbagai belahan dunia. Anak dipeluk-peluk, dicium-cium, digodain sampai menangis atau terbangun dari tidurnya, kemudian ngeloyor pergi begitu saja. Sungguh membuat istri frustasi! 

5. Membuat isi lemari berantakan
Cuma ambil sehelai kemeja, tapi satu lemari diobrak-abrik. Kalau memang mau mencari sesuatu, sebaiknya katakan saja pada istri tercinta biar diambilkan. 

6. Menaruh pakaian kotor sesuka hati
Bukan hanya menjadi tempat persembunyian nyamuk, baju kotor yang bertebaran di mana-mana juga membuat rumah jadi bau semerbak.
Biasanya istri telah menyiapkab keranjang atau ember khusus untuk pakaian kotor, coba biasakan diri menaruh baju kotor pada tempatnya, in syaa Allah berpahala membuat tugas istri makin ringan.

Copas dari UMMI Online

Aksi Gerakan Menutup Aurat, Ribuan Muslimah Berjilbab Ramaikan Jakarta


Hidayatullah.com– Gerakan Menutup Aurat (GEMAR) 2016 berlangsung semarak di arena Car Free Day (CFD), Jakarta, Ahad pagi, 5 Jumadil Awwal 1437 (14/02/2016).
Ribuan Muslimah berjilbab serba ungu meramaikan Jl MH Thamrin-Jl Jenderal Sudirman saat mereka long march dari Monas-Bundaran HI-Dukuh Atas, Jakarta Pusat.
Dalam acara gelaran komunitas Peduli Jilbab dan Aku Cinta Islam ini, massa mengkampanyekan pentingnya berhijab.
Yo ayo, ayo berhijablah, kuingin kita masuk surga….!” koor massa pria menyanyikan lagu mirip yel-yel klub sepakbola Persija Jakarta. Lagu itu dinyanyikan berkali-kali oleh massa berbaju serba hitam tersebut, yang berbaris di bagian depan sebagai pembuka jalan.
Pantauan hidayatullah.com, barisan massa pria-wanita itu memanjang ratusan meter, mencuri perhatian tersendiri para pengunjung CFD.
“Wah, berjilbab semua ya perempuannya,” ujar seorang wanita tak berjilbab tampak kagum menyaksikan pawai itu dari atas jembatan penyeberangan orang Tosari.


Tampak anggun dengan jilbab. [Foto: Syakur]

Sekitar pukul 08.40 WIB, konvoi berakhir di Dukuh Atas dekat Patung Jenderal Sudirman. Di sini digelar orasi oleh sejumlah pembicara, di antaranya bintang film Tausiyah Cinta, Ressa Rere.
“Saya sama teman-teman merinding melihat (konvoi ini),” ujar Rere yang tampil berbalut jilbab hitam dan gamis putih. [Baca: “Daripada Valentin Mending Pengantin, daripada Coklat Mending Akad”]
Kata dia, GEMAR 2016 merupakan bagian dari menjalankan perintah Allah dan Sunnah Rasulullah. Ia pun menyemangati para peserta untuk istiqomah dalam menyampaikan perintah berhijab tersebut.
Pembicara lain, Syukron Muchtar dari Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) mengatakan, keringat para peserta yang mengucur merupakan saksi perjuangan dakwah.
Apalagi, kata dia, kalau ada wanita yang belum berjilbab lalu jadi berjilbab setelah menyaksikan acara tersebut. “Maka pahalanya akan mengalir kepada kita semua,” ujarnya.
Di Dukuh Atas dilakukan pengumpulan tanda tangan dukungan terhadap kegiatan untuk umum ini. Aksi di bawah terik matahari pagi ini berjalan tertib, berakhir sekitar pukul 09.40 WIB.
Diberitakan hidayatullah.com sebelumnya, GEMAR 2016 dihadiri oleh massa dari sekitar 23 komunitas Islam. Di antaranya, Muslim Designer Community, Pagi Berbagi, SedekahHarian, Gerakan Nasional AntiMiras, One Day One Juz, KAMMI, Muslimah Talk, AshabulKahfi, Islamic Otaku Community, dan sebagainya.*
Rep: SKR
Editor: Muh. Abdus Syakur